Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

KH M Imron Rosyadi: Anggota Pergunu Jangan Alergi pada Proses dan Sistem

KH M Imron Rosyadi: Anggota Pergunu Jangan Alergi pada Proses dan Sistem
KH M Imron Rosyadi: Anggota Pergunu Jangan Alergi pada Proses dan Sistem. (Foto: NUJO/Mun'im)
KH M Imron Rosyadi: Anggota Pergunu Jangan Alergi pada Proses dan Sistem. (Foto: NUJO/Mun'im)

Kabupaten Bogor, NU Jabar Online 
Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Bogor, KH M. Imron Rosyadi berpesan kepada para guru di Madrasah Aliyah (MA) Cahaya Hati, Cijeruk agar tidak alergi pada proses dan sistem. Menurutnya, sebagai guru yang berjam’iyyah di Nahdlatul Ulama hendaknya tidak alergi terhadap proses dan sistem yang ada saat ini, tapi justru harus berprasangka baik. 


Menurutnya, hal itu juga sejalan dengan prinsip Nahdlatul Ulama sebagaimana berikut: 


اَلْمُحَافَظَةُ عَلَى الْقَدِيْمِ الصَّالِحْ وَاْلاَخْذُ بِالْجَدِيْدِ اْلاَصْلَحِ


“Mempertahankan nilai-nilai lama yang baik dan menginovasikan nilai-nilai baru yang lebih baik.”


"Tiada lain untuk kemajuan lembaga kita dan kemaslahatan anak didik kita," ujarnya pada saat kegiatan Penilaian Kerja Kepala Madrasah (PPKM) di MA Cahaya Hati pada Sabtu (12/2), oleh Kementerian Agama Kabupaten Bogor. 


Ketua Tim Penilai 1, Eulis Kulsum Halwati menjelaskan bahwa kegiatan PKKM merupakan kegiatan proses pengumpulan, analisis dan interprestasi data tentang kualitas kinerja kepala madrasah dalam melaksanakan tugasnya sebagai kepala madrasah dan merupakan bentuk upaya pengawasan dan  pembinaan untuk dapat mengambangkan kompetensi lembaga pendidikan Madrasah. 


Oleh karena itu, lanjut dia, pada PKKM ini terdapat empat kompetensi utama yang akan menjadi penilaian setiap tahunnya yaitu Usaha Pengembangan Madrasah, Pelaksanaan Tugas Manajerial, Pengembangan Kewairausahaan, dan Supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan. 


“Sedangkan kompetensi kelima yakni hasil kinerja kepala madrasah akan dinilai perempat tahun sekali,” paparnya. 


Sementara itu, Yati Supriyati anggota tim penilai menyarankan agara MA Cahayati Hati terus berkembang, kreatif, dan berinovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya. 


“Saya sangat mendukung dengan program inovasi yang telah dilakukan oleh MA Cahaya Hati. Mudah-mudahan PKKM ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi kepala madrasah dalam membawa mutu madrasah lebih baik lagi," pungkasnya.     


KH M. Imron Rosyadi yang juga menjabar sebagai Kepala Sekolah MA Cahaya Hati Cijeruk itu juga mengucapkan terima kasih kepada semua dewan guru atas partisipasinya telah mensukseskan kegiatan Penilaian Kerja Kepala Madrasah (PKKM) di MA Cahaya Hati ini.


Mengeni ucapan terima kasih, ia mengatakan bahwa berterimakasih adalah keharusan yang dilakukan seorang Muslim karena hal itu sebagaimana sabda Rasulullah Saw.


مَنْ لمْ يشْكُر النَّاسَ لَمْ يشْكُر الله


“Orang yang tidak berterimakasih kepada orang (lain) berarti ia tidak bersyukur kepada Allah” (HR. At-Tirmidzi, beliau menyatakan hadits ini hasan shahih) 


"Semoga apa yang sudah dikerjakan menjadi amal ibadah untuk kita semua, hal ini merupakan bentuk prestasi tak terhingga dan hanya Allah Ta'ala sajalah yang akan membalas-Nya, mohon maaf juga atas segala kekurangan, dalam hal yang jauh kesempurnaan semoga ini menjadi keberkahan dan menjadi motivasi untuk MA Cahaya Hati," tutupnya.


Pewarta: Abdul Mun'im Hasan
Editor: Agung Gumelar

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×