Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Menuju Kongres XX di NTB, IPNU Gelar Debat Kandidat

Menuju Kongres XX di NTB, IPNU Gelar Debat Kandidat
Menuju Kongres XX di NTB, IPNU Gelar Debat Kandidat
Menuju Kongres XX di NTB, IPNU Gelar Debat Kandidat

Jakarta, NU Online Jabar
Menuju Kongres ke XX di Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 23-26 Juni 2022 mendatang. Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggelar debat kandidat bagi enam calon ketua umum yang telah mendaftarkan diri untuk menjadi nakhoda IPNU berikutnya.


Keenam calon ketua umum PP IPNU itu adalah Muh Agil Nuruz Zaman dari Jawa Tengah, Agus Suherman Tanjung dari Sumatera Selatan, Husni Mubarak dari Jawa Barat, Muhammad Ishomuddin Haidar dari Jawa Timur, Sulkifli dari Sulawesi Selatan, dan Aufar Hadi dari Jakarta.


Ketua Umum PP IPNU Aswandi Jailani mengatakan konsep debat kandidat ini merupakan salah satu inovasi yang telah dikembangkan organisasi. Hal ini bertujuan agar para kader IPNU se-Indonesia mengetahui visi dan misi calon ketua umum, sebelum pelaksanaan kongres.


“Sebelumnya, pelaksanaan kongres para calon ketua umum mendaftar di lokasi sehingga peserta atau pendukung dari wilayah, cabang, dan kader se-Indonesia hanya mengetahui visi-misi para kandidat yang punya keinginan dan niat baik untuk IPNU itu hanya di lokasi kongres,” ujarnya.


“Makanya pada periode ini, kita buatkan konsep debat kandidat,” sambung Aswandi dalam Debat Kandidat Calon Ketua Umum IPNU di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, sebagaimana diberitakan NU Online, Kamis (14/4/2022). 


Ia menjelaskan, sebelum acara debat kandidat dilaksanakan, PP IPNU telah menjaring calon ketua umum selama sebulan ke belakang. Penjaringan ini dilakukan dengan mekanisme terbuka kepada seluruh kader yang punya niatan baik untuk IPNU ke depan. Dari penjaringan itu, enam kader telah mendaftarkan diri kepada panitia kongres.


Aswandi mengungkapkan, panitia kongres yang melaksanakan teknis penjaringan, baik steering committee (SC) maupun organizing committee (OC) adalah orang-orang yang memiliki watak keras, sehingga tidak mungkin melakukan intervensi. 


Ia juga memastikan bahwa para calon ketum yang telah mendaftarkan diri itu bukanlah hasil dari intervensi mana pun. Akan tetapi, murni dari kebijakan hasil rapat pleno SC dan OC PP IPNU yang diatur melalui rapat pleno dan ditetapkan dalam peraturan organisasi.


“Artinya, pelaksanaan atau penetapan yang dilakukan kepada enam orang calon ketua umum dan pelaksanaan teknis pada malam hari ini sangat kuat dan mengikat di dalam organisasi, sehingga tidak bisa diintervesnsi dari mana pun,” tegas kader IPNU asal Jambi itu.


Selain itu, Aswandi mengungkapkan bahwa pelaksanaan kongres kali ini tidak lagi membebankan biaya registrasi kepada para peserta dari wilayah dan cabang. Hal ini sebagai wujud apresiasi dari PP IPNU kepada seluruh pimpinan di setiap tingkatan. 


“Selama ini, peserta kongres itu dibebankan untuk membayar registrasi Rp500 ribu. Namun pada periode ini, karena kita telah melakukan klaster dan akreditasi untuk semua wilayah dan cabang maka pelaksanaan atau pembiayaan yang selama ini dibebankan kepada peserta, kita hapus,” katanya. 

 

Dalam acara ini, dilangsungkan pula penandatangan deklarasi calon ketua umum PP IPNU 2022-2025. Penandatanganan ini disaksikan oleh para panelis yakni Ketua Umum PP IPNU 2000-2003 Abdullah Azwar Anas, Sekretaris Lakpesdam PBNU Hasanuddin Ali, dan Ketua PBNU Umarsyah.


Editor: Abdul Manap

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×