• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Nasional

KOLOM KH ZAKKY MUBARAK

KH Zakky Mubarak: Pemahaman Teks Agama Perlu Disesuaikan dengan Situasi dan Kondisi 

KH Zakky Mubarak: Pemahaman Teks Agama Perlu Disesuaikan dengan Situasi dan Kondisi 
KH Zakky Mubarak: Pemahaman Teks Agama Perlu Disesuaikan dengan Situasi dan Kondisi 
KH Zakky Mubarak: Pemahaman Teks Agama Perlu Disesuaikan dengan Situasi dan Kondisi 

Jakarta, NU Online Jabar
Salah seorang Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zakky Mubarak menyebutkan bahwa untuk memahami nash atau teks-teks agama, kita harus memiliki pengetahuan yang luas dan memiliki seorang guru atau lebih. Hal tersebut diungkap melalui video yang diunggah melalui akun Facebook resmi miliknya, Zakky Mubarak Syamrakh pada Selasa (10/10/2023).


"Mengapa? Karena hal itu sangat penting, tidak cukup semua teks itu dipubliskan secara tekstual. Ada nash-nash Al-Quran atau as-sunnah yang perlu dikembangkan menjadi pemahaman yang kontekstual,” jelasnya.


Dalam video berdurasi 1 menit 52 detik tersebut, Kiai Zakky memberikan contoh terkait pemahaman yang di sesuaikan dengan situasi dan kondisi.”Misalnya, Rasulullah makan dengan 3 jari, itukan informasi yang kita peroleh, lalu bagaimana dengan kondisi umat-umat lain atau bangsa-bangsa yang lain? Bangsa yang makan hadistnya beda?,” lanjutnya. 


Menanggapi contoh tersebut, Kiai kelahiran Cirebon 20 April 1950 ini mengungkapkan bahwa saat Rasulullah SAW makan dengan 3 jari karena beliau makan kurma, sedangkan di kita punya banyak jenis makanan.


 “Artinya bukan berarti hanya tiga jari. Boleh jari lain digunakan kalau memang diperlukan,” tegasnya. 


Selain itu, Kiai yang merupajan Dosen Senior di Universitas Indonesia (UI) Depok tersebut juga mengingatkan bahwa hal tersebut harus dipahami dan di kembangkan dengan kerangka yang benar.


“Jadi itulah pemahaman dalam yang bersifat kontekstual yang harus dikembangkan tapi tetap dalam kerangka yang benar,” pungkasnya.


Pewarta: Hasemi Fauziah


Nasional Terbaru