• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 28 Mei 2024

Nasional

Gerakan Tanam 1 Juta Pohon Mangga Gincu, Kiai Juhadi: Bermanfaat Bagi Ekologi, Ekosistem dan Ekonomi

Gerakan Tanam 1 Juta Pohon Mangga Gincu, Kiai Juhadi: Bermanfaat Bagi Ekologi, Ekosistem dan Ekonomi
Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad menghadiri Gerakan Tanam 1 Juta ohon Mangga Gincu di Kabupaten Indramayu, Senin (27/12). (Foto: Arif).
Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad menghadiri Gerakan Tanam 1 Juta ohon Mangga Gincu di Kabupaten Indramayu, Senin (27/12). (Foto: Arif).

Indramayu, NU Online Jabar
Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Juhadi Muhammad mengungkapkan, banyak manfaat dari program gerakan tanam pohon ini, diantaranya ekologi hingga ekonomi.

 

“Beragam manfaat dari diadakannya program gerakan tanam satu juta pohon mangga gincu ini, yaitu bermanfaat sebagai ekologi, tidak ketinggalan juga ekosistem dan yang lebih penting lagi adalah ekonomi,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara Grand Opening Program Gerakan Tanam dan Pelihara Satu Juta Pohon Mangga Godong Gincu yang digelar oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq, Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Indramayu di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Senin (27/12).

 

Kiai Juhadi menjelaskan, pohon mangga yang ditanam punya nilai lebih dari pohon lainnya.

 

“Saya menyambut baik terhadap penanaman satu juta pohon mangga gincu. Ini dampaknya tentu akan sangat luar biasa. Kalau pohon jati manfaatnya tentu pohonnya, kalau mangga gincu manfaatnya tidak hanya kayunya, tetapi ada buahnya. Ketika buahnya dipanen pohonya tetap memberi manfaat untuk menyanggah tanah,” ujarnya.

 

Maka, lanjut Kiai Juhadi, ketika satu juta pohon mangga gincu tadi berbuah semua, kalau umpamanya satu pohon menghasilkan 50 Kg dikalikan dengan jumlah pohon maka jumlahnya akan pantastis. “50 Kg dikalikan jumlah pohon, 50 ribu ton kita akan memanen pohon mangga gincu. Kalau 50 ribu ton dikalikan harganya 15 ribu kira-kira berapa?,  kalau gak salah 750M,” ucapnya.

 

“750M kalau zakatnya dua setengah miliyar dikembalikan kepada LAZISNU maka jumlahnya 18M 750 Juta. Ini luar biasa, belum lagi masyarakatnya yang menanam pohon. Oleh sebab itu program ini kita sambut dengan baik, mari kita bersama-sama menanam,” lanjutnya.

 

Kiai Juhadi mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Dinas Kehutanan perihal nanti pemasaran hasil panen dari pohon mangga gincu ini.

 

“Saya akan berkoordinasi dengan pak kadishut kira-kira program ini jangan semuanya pohon mangga. Sebab kalau semuanya pohon mangga gincu maka akan kebanjiran, ketika kebanjiran maka pasarnya tidak bisa menampung, ini harus dipikirkan,” imbuhnya.

 

“Harus memikirkan bagaimana pasarnya, kita bisa menanam, bisa memanen dan juga harus bisa menjual. Jangan sampai kita sudah susah-susah menanam sudah susah-susah memanen, ketika panen hasilnya tidak terjual sampai harganya lima ribu ini kasihan juga, maka kita harus memikirkan pemasarannya,” sambungnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Kiai Juhadi mengatakan kalau perlu dibuat pabriknya, untuk mengolah hasil dari pemanenan pohon mangga ini.

 

“Atau kita juga bikin pabrik di Kabupaten Indramayu, bagaimana mengelola mangga gincu ini bisa jadi dodol, bisa jadi siruf dan lain sebagainya, dengan nilai jual yang tinggi,” tuturnya.

 

Kiai Juhadi berharap, semoga gerakan tanam pohon ini bisa bermanfaat bagi masyarakat umum.

 

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat yang ada di Kecamatan Gantar, juga memberikan manfaat kepada LAZISNU, dan memberikan manfaat kepada kabupaten Indramayu,” pungkasnya.

 

Untuk diketahui, hadir dalam acara tersebut Ketua LAZISNU Indramayu, Kepala Desa Mekarwaru, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX Sumedang, Kepala Kehutanan Provinsi Jawa Barat, dan Bupati Kabupaten Indramayu. Acara gerakan tanam pohon ini juga mengusung tema Partisipasi Umat untuk Lingkungan, Menata Sistem Konservasi, Rehabilitasi, dan Pemberdayaan Umat terhadap Sumber Daya Alam.

 

Pewarta: Muhammad Rizqy Fauzi
Editor: Abdul Manap


Nasional Terbaru