• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Rabu, 21 Februari 2024

Nasional

Gelaran R20, ASEAN IIDC, hingga Rencana “Bahtsul Masail” Antaragama, Kiprah NU untuk Dunia

Gelaran R20, ASEAN IIDC, hingga Rencana “Bahtsul Masail” Antaragama, Kiprah NU untuk Dunia
Ketua Panitia ASEAN IIDC yang sebelumnya juga menjabat Ketua Panitia R20, Ahmad Suaedy
Ketua Panitia ASEAN IIDC yang sebelumnya juga menjabat Ketua Panitia R20, Ahmad Suaedy

Bandung, NU Online Jabar
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah komando Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf, NU sejak tahun 2022 telah menggelar sejumlah forum di tingkat internasional yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendiskusikan peran agama dalam skala global.


Forum-forum tersebut mengundang cendekiawan agama, pemimpin lintas agama, serta tokoh intelektual dari berbagai belahan dunia. Gelaran tersebut sebagai langkah Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia dalam menjembatani pemahaman agama dengan konteks dunia modern. 


Mengawali langkah tersebut, PBNU perdana menggelar perhelatan G20 Religion Forum of Twenty atau R20 di Nusa Dua, Bali pada awal November 2022 lalu. Dari keberhasilan penyelenggaraan forum R20, Gus Yahya sapaan akrab Ketua Umum, mantap untuk melanjutkan inisiatif berikutnya yakni Muktamar Internasional Fiqih Peradaban pertama di Indonesia yang digelar di Surabaya pada Februari 2023. Ia yakin forum akan memberi banyak dampak bagi pembangunan perdamaian dunia, sehingga stabilitas dan keamanan global terpelihara.


Terbaru, NU kembali menggagas sebuah forum dialog yang melibatkan pemuka agama, cendikiawan, serta pemangku kebijakan. Forum tersebut adalah ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference atau ASEAN IIDC di Jakarta pada Senin, 7 Agustus 2023 lalu. 


Melansir NU Online, Ketua Panitia ASEAN IIDC yang sebelumnya juga menjabat Ketua Panitia R20, Ahmad Suaedy, mengatakan sederet upaya NU untuk kembali memposisikan agama pada diplomasi dunia tersebut memiliki kekhasan. 


“Ini berbeda dengan pertemuan-pertemuan intelektual, NGO (LSM), dan lain sebagainya. Itu kan lebih intelectual excessive. Kalau di pertemuan NU itu semacam bahtsul masail,” terang Suaedy dalam tayangan “Deklarasi ASEAN IIDC 2023, Ada Apa Saja?” dilansir NU Online, Sabtu (19/8/23)


Maka itu, dalam upaya untuk memperkuat dialog antaragama dan mempromosikan pemahaman yang lebih baik antara berbagai kepercayaan, Suaedy mengusulkan sebuah rencana "Bahtsul Masail" antaragama kepada Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU. Kegiatan ini diharapkan akan melibatkan para pemimpin agama dan tokoh-tokoh masyarakat lintas kepercayaan untuk membahas isu-isu yang relevan dengan kehidupan beragama dan sosial. 


“Baru saja saya usul agar pertemuan ini dimasukkan sebagai agenda bahtsul masail. Ada bahtsul masail Islam dunia seperti Muktamar Fiqih Peradaban 1. Jadi, nanti mungkin ada Fiqih Peradaban 2 dan sebagainya,” kata Dekan Fakultas Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) tersebut. 


“Ada (juga) bahtsul masail antaragama yang membahas tentang berbagai problem dunia lintas agama. Saya mendekati ketua LBM, Kiai Mahbub, saya berbicara kepadanya boleh struktur bahtsul masail itu tidak cukup hanya nasional harus ada internasional dan regional,” imbuh Suaedy. 


Sebagai organisasi Islam moderat dan inklusif, Suaedy menilai Nahdlatul Ulama telah berkomitmen untuk terus mendorong dialog dan kolaborasi antaragama demi menciptakan masyarakat global yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan kerukunan. Forum-forum internasional besutan NU tersebut merupakan langkah konkret dalam menjalankan komitmen tersebut, serta mengambil peran dalam merespons tantangan global dengan perspektif agama yang terinformasi dan terbuka.


Seperti diketahui, tiga perhelatan NU berskala internasional itu memuat panel-panel diskusi yang diisi oleh para pemuka agama, budayawan, dan cendekiawan internasional yang memiliki pengalaman luas dalam bidang agama dan budaya. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi wadah untuk saling berbagi pandangan, gagasan, dan pengalaman dalam upaya membangun dunia yang lebih inklusif, adil, dan harmonis.
 


Nasional Terbaru