• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 18 Juni 2024

Nasional

HAJI 2024

Cerita Witan Sulaeman: Naik Haji dengan Masa Tunggu 5 Tahun melalui Program Penggabungan Mahram

Cerita Witan Sulaeman: Naik Haji dengan Masa Tunggu 5 Tahun melalui Program Penggabungan Mahram
Witan Sulaeman di Asrama Haji Transit Palu (Foto: kemenag)
Witan Sulaeman di Asrama Haji Transit Palu (Foto: kemenag)

Bandung, NU Online Jabar
Witan Sulaeman, salah satu pemain tim nasional (Timnas) sepakbola Indonesia, baru-baru ini berbagi cerita perjalanan spiritualnya menuju Tanah Suci. Melansir laman resmi Kemenag, Witan mengungkapkan bahwa setiap Muslim pasti memiliki keinginan untuk menunaikan ibadah haji sebagai panggilan dari Allah. 


"Jadi umat Islam harus selalu siap untuk panggilan itu," ujarnya, menegaskan motivasinya untuk berhaji.


Saat tiba di Asrama Haji Transit Palu bersama istrinya, Witan tampak mengenakan seragam batik haji berwarna ungu dengan motif Sekar Arum Sari, sama seperti jamaah haji reguler lainnya. Sebagai seorang pesepakbola nasional, Witan merasa beruntung bisa berangkat haji dengan masa tunggu yang relatif singkat, hanya lima tahun.


Namun, Witan menjelaskan bahwa keberangkatannya bukanlah hasil dari pendaftaran yang mendadak. Sejak 2019, ia telah mendaftar dan mendapatkan porsi haji. Berkat program penggabungan mahram yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama, ia dan istrinya yang telah terdaftar sejak 2012, akhirnya dapat berangkat haji tahun ini.


"Karena sudah di atas lima tahun, jadi bisa mengurus penggabungan mahram," kata Witan saat ditemui di Aula Asrama Haji Transit Palu pada Jumat (24/5/2024).


Program penggabungan mahram adalah fasilitas yang disediakan oleh Kemenag untuk calon jamaah haji yang keberangkatannya terpisah. Misalnya, jika jadwal keberangkatan suami dan istri berbeda karena mereka mendaftar pada waktu yang berbeda, dengan selisih waktu hingga tiga tahun, melalui program ini mereka dapat berangkat haji bersama. 


Program penggabungan ini tidak hanya berlaku untuk pasangan suami-istri, tetapi juga untuk hubungan orang tua dengan anak kandung.


Witan menjelaskan bagaimana ia memanfaatkan kebijakan penggabungan mahram ini, dirinya mengurus segala persyaratan di Kemenag Kota Palu. Ia menilai pelayanan Kemenag sangat baik. Hal itu dia rasakan saat mengurus administrasi dengan pegawai Kemenag di Kota Palu.


“Pelayanan Kemenag sangat baik sekali. Sejak pendaftaran (pelunasan) tidak dipersulit, karena yang penting kita punya berkas-berkas. Jadi semua aman,” kata pria kelahiran Kota Palu ini sambil tersenyum dan mengacungkan jempol, saat ditanya perihal layanan yang ia terima sebelum berangkat Haji.


Berbeda dengan 2023, tahun ini Kemenag membuka lagi kebijakan penggabungan mahram. Ada tiga syarat yang harus dipenuhi, yaitu memiliki hubungan keluarga yang dibuktikan dengan akta nikah, akta kelahiran, atau kartu keluarga. Kedua, jamaah yang digabung telah melunasi Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) tahap pertama, dan yang digabung sudah terdaftar lima tahun sebelumnya serta memiliki syarat istita’ah kesehatan.


Kehadiran Witan di asrama Haji Transit Palu cukup membuat heboh. Ia tak henti diminta berfoto oleh jamaah bahkan panitia, semua diladeni dengan santun. Selama diwawancarai. Witan juga tak henti tersenyum dan menanggapi dengan antusias.


​​​​​​​Witan juga mengajak agar setiap anak muda berusaha dan bertawakal untuk bisa berhaji. “Kalau ada rezeki, bisa kalian daftar haji. Karena waiting list-nya sangat Panjang. Jadi yang penting daftar dulu,” ujarnya.


Sebagai informasi, daftar tunggu jamaah haji Kota Palu, saat ini 21 tahun. Sehingga kalau mendaftar di 2024, estimasi keberangkatannya pada 2045.


​​​​​​​Witan merasa sangat bersyukur akhirnya bisa berangkat bersama keluarganya. Ia mengaku belum pernah umrah sebelumnya. Dia bersyukur bisa ke tanah suci bersama istri.


“Alhamdulillah bisa ke Ka’bah bersama istri pertama kali. Kalau dulu hanya bercanda, ayo nanti ke Ka’bah. Ini akhirnya bisa langsung haji,” ungkapnya senang.


Dengan berhaji, dia pun berharap dapat menjadi manusia dan pribadi yang lebih baik lagi, serta dapat mendoakan segala hal baik, kesehatan bagi keluarga, juga hal-hal baik untuk Indonesia.


Nasional Terbaru