• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 27 Mei 2024

Kota Bandung

Viral Kasus Pungli di Masjid Al Jabbar, Bey: Jangan Sampai Terjadi di Wilayah Lain

Viral Kasus Pungli di Masjid Al Jabbar, Bey: Jangan Sampai Terjadi di Wilayah Lain
Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin. (Foto: instagram/bey.machmudin)
Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin. (Foto: instagram/bey.machmudin)

Bandung, NU Online Jabar
Pungutan liar atau pungli nampaknya masih menjadi masalah yang serius di sejumlah wilayah di Indonesia. Baru-baru ini kasus serupa terjadi di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar).


Aksi tidak terpuji tersebut dilakukan oleh oknum juru parkir dan petugas penitipan barang di area Masjid Al Jabbar dan viral di media sosial. 


Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin mengambil sikap tegas atas kejadian tersebut. Pihaknya berjanji akan segera mengatasi hal itu agar tidak terjadi di tempat umum lain di wilayah Jabar. 


“Tak ada tempat untuk pungli di Jabar,” katanya dalam keterangan pada media, Ahad (14/4/2024) dikutip laman resmi Pemprov Jabar.


Menurutnya kejadian pungli yang viral di media sosial tersebut akan menjadi momentum untuk beres-beres layanan publik bebas pungli di Jabar. “Pungli di Masjid Al Jabbar jadi momentum kita berantas pungli di Jabar,” katanya. 


Pihaknya juga meminta jajaran Pemdaprov Jabar untuk mengatasi masalah serius ini, mengingat kasus dan aduan pungli tak hanya terjadi di Al Jabbar. Masih ada pungli di kawasan wisata dan sektor layanan publik. 


“Saber Pungli juga harus dioptimalkan untuk mencegah kasus pungli seperti Al Jabbar terulang di tempat lain,” ujarnya. 


Khusus terkait pungli di Al Jabbar, Pemdaprov Jabar bersama Dewan Eksekutif Masjid Al Jabbar menurutnya sudah mengadakan rapat bersama seluruh pemangku kepentingan terkait. “Tadi pagi kasus pungli yang viral ini sudah dirapatkan,” katanya. 


Bey mengaku pengelolaan Al Jabbar ke depan juga harus dibenahi mengingat biaya operasional masjid yang monumental ini mencapai miliaran per bulan. 


“Al Jabbar dan aset pemprov akan banyak masalah jika tidak dikelola dengan baik. Karena kita hanya berpikir membangun, tapi pengaturan lainnya tidak berpikir,” katanya. 


Masyarakat juga menurut Bey perlu mengetahui besarnya anggaran pemeliharaan tersebut agar bisa sama-sama mengontrol pengelolaan masjid tersebut. “Artinya harus dicari sektor dan peluang lain agar biaya operasional ini bisa tertangani,” papar Bey.


Kota Bandung Terbaru