• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Kota Bandung

Soroti Kelangkaan Beras dan Naiknya Harga Bahan Pangan, Ini Penjelasan Ketua LPNU Jabar

Soroti Kelangkaan Beras dan Naiknya Harga Bahan Pangan, Ini Penjelasan Ketua LPNU Jabar
Ketua LPNU Jawa Barat H Purnomo. (Foto: NU Online Jabar/Rizqy).
Ketua LPNU Jawa Barat H Purnomo. (Foto: NU Online Jabar/Rizqy).

Kota Bandung, NU Online Jabar
Kelangkaan beras akhir-akhir ini dirasakan oleh banyaknya masyarakat di Indonesia. Tidak hanya beras, kenaikan sejumlah harga kebutuhan pangan di sejumlah wilayah di Indonesia juga mengalami peningkatan, termasuk juga di Jawa Barat.


Menanggapi hal tersebut, Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jawa Barat H Purnomo mengatakan, bahwa kelangkaan beras bermula saat panen musim penghujan 2023. Ia menyebutkan, banyak tengkulak-tengkulak yang memborong padi giling kering langsung kepada para petani. 


H Purnomo mengungkapkan, saat membeli beras mereka membeli beras dengan harga tinggi kepada para petani dari harga pasar, sehingga petani tidak punya stok di dalam gudang. Menurutnya, hal tersebut membuat harga beras makin hari harga tambah melonjak tinggi.


"Adanya tengkulak yang menimbun gabah dan beras ini disinyalir menjadi penyebab kelangkaan beras dipasar,sehingga harga semakin melambung tinggi," jelasnya saat diwawancara NU Online Jabar, Jumat (23/2/2024).


"Adanya perubahan iklim El Nino juga membuat masa tanam yang mundur, kurangnya pasokan air dan juga musim penghujan yang kurang intens. Hal tersebut juga menjadi salah satu sebab kelangkaan beras karena mempengaruhi produktifitas petani saat musim panen,"


H Purnomo berharap, pemerintah harus melakukan rekayasa pasar dan menindak tegas tengkulak nakal yang menimbun beras agar harga kebutuhan pokok masyarakat terutama beras bisa terkendali.


Selain itu, dirinya juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar bisa menggunakan bahan-bahan pangan khususnya beras dengan sebaik-baiknya. Sebab, resesi di Eropa dan negara-negara maju sudah mulai nampak.


"Kita harus saling bahu membahu menghadapi persoalan ini. Karena hal tersebut berdampak terhadap daya beli masyarakat NU khususnya pedagang-pedagang kecil yang jualan nasi kuning, warteg, nasi goreng dan restoran akan kena dampaknya juga. Otomatis ketika harga bahan naik,harga jual jg akan ikut naik," tandasnya.


Sebagai informasi, berikut update harga 20 bahan pangan di Jawa Barat menurut Bapanas per tanggal 23 Februari 2024 pukul 12.11 WIB yang dilansir dari Databooks:

  1. Daging Sapi Murni: Rp132.160 per kg 
  2. Cabai Merah Keriting: Rp80.340 per kg 
  3. Cabai Rawit Merah: Rp75.400 per kg 
  4. Ikan Kembung: Rp39.550 per kg 
  5. Ikan Bandeng: Rp37.360 per kg 
  6. Bawang Putih Bonggol: Rp36.950 per kg 
  7. Ikan Tongkol: Rp35.800 per kg 
  8. Daging Ayam Ras: Rp35.590 per kg 
  9. Bawang Merah: Rp30.450 per kg 
  10. Telur Ayam Ras: Rp29.660 per kg
  11. Minyak Goreng Kemasan Sederhana: Rp17.210 per liter 
  12. Gula Konsumsi: Rp17.030 per kg 
  13. Beras Premium: Rp16.580 per kg
  14. Minyak Goreng Curah: Rp15.610 per liter 
  15. Beras Medium: Rp15.030 per kg 
  16. Tepung Terigu Kemasan (non-curah): Rp12.990 per kg 
  17. Kedelai Biji Kering (Impor): Rp11.580 per kg 
  18. Garam Halus Beryodium: Rp10.380 per kg 
  19. Tepung Terigu (Curah): Rp10.180 per kg 
  20. Jagung Tingkat Peternak: Rp6.890 per kg


Kota Bandung Terbaru