Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

KH R Muhammad Romli: Narasi Negara Islam di Ruang Digital Harus Dilawan

KH R Muhammad Romli: Narasi Negara Islam di Ruang Digital Harus Dilawan
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Halim Garut KH R Muhammad Romli. (Foto: NU Online Jabar/Agung)
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Halim Garut KH R Muhammad Romli. (Foto: NU Online Jabar/Agung)

Garut, NU Online Jabar

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Halim Garut KH R Muhammad Romli menyambut baik kegiatan literasi digital bertajuk ‘Membentuk Kepribadian Digital, Melawan Narasi Negara Islam di Ruang Digital’ yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (PW Lakpesdam NU) Jawa, Selasa (27/9/2022). 

 

Ia mengatakan, adanya narasi-narasi tentang negara Islam yang berkembang di ruang digital ini perlu adanya perlawanan. Menurutnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan hasil konsensus atau kesepakatan bersama dari para pendiri bangsa sehingga NU sendiri mengeluarkan jargon NKRI Harga Mati. 

 

Oleh karena itu, ia berharap adanya kegiatan literasi digital ini semakin membuka pengetahuan generasi milenial saat ini untuk semakin menyadari betapa bahanya narasi-narasi seperti itu di ruang digital jika terus dibiarkan. 

 

“Adanya narasi-narasi negara Islam yang begitu saja ditangkap oleh orang awam ketika berbicara negara Islam. Padahal perlu kita ketahui dulu waktu kita belajar kita tahu bahwa negara kita itu hasil konsensus,” terangnya. 

 

“Jadi untuk kader-kader yang sudah terkaderisasi baik di tingkat IPNU-IPPNU, Ansor-Fatayat, Muslimat dan NU sendiri kita harus meyakini bahwa NKRI itu harga mati. Jadi hari ini kita belajar bermain di dunia maya bukan hanya bermain di dunia nyata saja.” Imbuhnya. 

 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut itu kemudian menyebut bahwa pada tahun 2019 Kementerian Agama mengeluarkan adanya moderasi beragama. Yang mana menurutnya, moderasi beragama ini mengajarkan kita untuk berpikir moderat tentang agama. 

 

“Moderasi beragama itu jadi berpikiran yang moderat tapi tidak kemudian berpikir bebas tanpa batas. Tetap ada koridor-koridor yang harus kita taati sehingga pemikiran-pemikiran kita tentang agama atau tentang narasi negara Islam itu sendiri ada dasar-dasarnya ketika kita memberikan share atau pengetahuan terhadap teman-teman kita,” katanya. 

 

Kiai Romli kemudian menyampaikan terima kasih kepada pihak penyelenggara karena pondok pesantrennya dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan program literasi digital ini. 

 

“Saya atas nama lembaga mengucapkan terima kasih di mana di kegiatan ini alhamdulillah santri kami pun bisa ikut kegiatan literas digital. Dulu kami juga pernah kerja sama dengan Jawa Barat Diskusif tentang literasi digital juga, jadi ini insyaallah yang kedua kali,” tandasnya. 

 

Untuk diketahui, kegiatan ini diikuti oleh para santriwan/santriwati Pondok Pesantren Al-Halim Garut dan beberapa lembaga serta banom Nahdlatul Ulama dengan mengundang narasumber diantaranya Pengurus Lakpesdam PBNU, AH Maftuchan; Graphic Designer & Akademisi, Achyar Riyadh; dan Dosen Ilmu Komunikasi UIN Bandung, Susanti Ainul Fitri. 

 

Pewarta: Agung Gumelar

Garut Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×