• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Rabu, 21 Februari 2024

Daerah

Maraknya Kenakalan Remaja, Tokoh Masyarakat Leles Sarankan Belajar di Madrasah

Maraknya Kenakalan Remaja, Tokoh Masyarakat Leles Sarankan Belajar di Madrasah
silaturahim pengurus Yayasan Darul Fitri Leles (foto: NU Online Jabar)
silaturahim pengurus Yayasan Darul Fitri Leles (foto: NU Online Jabar)

Garut, NU Online Jabar
Dampak pandemi Covid-19 membuat sektor pendidikan terhambat, dimana diawal tahun 2020 sampai saat ini, kondisi pendidikan di Indonesia, umumnya di dunia mengalami penurunan secara  drastis, walau saat ini mulai kembali beradaptasi dengan penerapan pembelajaran tatap muka terbatas. Penurunan ini dibuktikan dengan menurunya angka partisipasi sekolah mulai dari tingkat dasar, sampai pedidikan tinggi.
 

Dilansir dari mediaindonesia.com, hasil survei UNICEF pada awal Juni terhadap 4.016 responden dari 34 provinsi dengan rentang usia 14-24 tahun, 69% merasa bosan Belajar Dari Rumah (BDR). Selama BDR, responden mengalami dua tantangan utama, yakni 35% kesulitan akses internet dan 38% kurang bimbingan guru.
 

Selain menurunkan efektivitas belajar bagi para pelajar, dampak sosial akibat siswa kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya membuat kenakalan remaja meningkat. Dimana dampak pandemi membuat anak-anak melakukan pergaulan bebas, minum-minuman keras, seks bebas, dan balapan liar.
 

Merespon kondisi tersebut, Ishak Ghozali sebagai salah satu tokoh masyarakat Leles mengajak kepada tokoh-tokoh masyarakat untuk mendidik putra-putrinya di Lembaga pendidikan formal dibawah naungan kementerian agama yaitu di Madrasah, baik di Madrasah Ibtidaiyah untuk tingkat SD, Madrasah Tsanawiyah untuk tingkat SMP dan Madrasah Aliyah untuk tingkat SMA sederajat. Hal itu disampaikan dalam acara silaturahim pengurus Yayasan Darul Fitri Leles yang dilaksanakan di Rumah Makan Sari Cobek Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Sabtu (19/2).
 

Menurut Ajengan Enyang sapaan Akrab Ishak Ghozali di kampung halamannya, melihat kondisi tersebut sebagai gejala yang sudah mengkhawatirkan, sehingga perlu penanganan khusus. Ditambah mayoritas remaja sekarang ketika masuk usia SMP/MTs (13-16 tahun), di kampung-kampung sudah mulai jarang ikut mengaji. Apalagi masuk usia SMA sederajat.
 

“Ditempat saya, anak-anak usia SMP sudah sangat jarang yang mengaji, apalagi usia SMA hampir sudah tidak ada,” ujar Ajengan Enyang, iapun menambakan dengan pertanyaan “Bagaimana dengan di tempat bapak?” tanya Ajengan Enyang. “Sama pak!” Jawab para tamu undangan yang hadir.
 

Ia melihat masyoritas masyarakat disekitarnya sudah jarang memondokkan putranya ke pesantren, sehingga salah satu alternatif untuk mengurangi kenakalan remaja tersebut, yaitu dengan mendidik para siswa di madrasah. Karena dimadarasah mereka di didik untuk mempelajari tentang agama, ditambah dengan pendidikan umum. Hal tersebut menjadi harapan agar mereka tidak semakin jauh dari nilai-nilai agama, namun juga tidak tertinggal dalam ilmu pengetahuan umum.
 

“Karena masyarakat di kampung kita jarang memondokkan putra-putranya ke pesantren, maka salah satu cara mendidik mereka dengan memasukan mereka ke Madrasah, karena disana mereka dibekali dengan pendidikan agama dan juga pendidikan umum. Karena mengajari anak oleh orang tuanya adalah sesuatu hal yang sulit, berbeda dengan oleh orang lain.” Tegas Komite Madrasah Tsanawiyah Darul Fitri tersebut.
 

Ajengan Enyang juga mengajak semua tokoh untuk menyekolahkan putra putrinya, termasuk putra putri dari masyarakat yang menjadi naungan mereka di MTs Darul Fitri. Sebagai MTs pertama di Kecamatan Leles, MTs Darul Fitri telah banyak melahirkan kader-kader hebat, diantaranya ada yang menjadi anggota TNI AL (Suryana), kepala Sekolah, Direktur Travel Ibadah Haji dan Umroh Al Garut (H Asep), dan tokoh masyarakat lainnya.
 

Hadir dalam ajang silaturahim tersebut Ketua MUI Kecamatan Leles yang juga mantan guru MTs Darul Fitri KH Ridwan, Camat Kecamatan Leles, Kepala KUA Kecamatan Leles, Rois Syuriah MWC NU Leles KH Abdul Qodir, Demisioner Ketua Tanfidziah Leles Ustaz Dedi Supriadi, Sekretaris MWC NU Leles H Rudi Sirojudin Abas, H Dahlan, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Leles.
 

Pewarta: M. Salim
Editor: Abdul Manap


Daerah Terbaru