Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

KH Syihabuddin Ahmad: Tradisi Halal Bihalal Datangkan Rahmat Allah Ta'ala

KH Syihabuddin Ahmad: Tradisi Halal Bihalal Datangkan Rahmat Allah Ta'ala
KH Syihabuddin Ahmad: Tradisi Halal Bihalal Datangkan Rahmat Allah Ta'ala (foto: NU Online Jabar)
KH Syihabuddin Ahmad: Tradisi Halal Bihalal Datangkan Rahmat Allah Ta'ala (foto: NU Online Jabar)

Depok, NU Online Jabar
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cimanggis Kota Depok menggelar acara Halal Bihalal dengan seluruh pengurus di Gedung MTs Nasyatul khair Mekar Sari, Selasa (24/5).


Hadir dalam acara tersebut Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok KH Syihabuddin Ahmad, dalam tausiyahnya ia menuturkan bahwa halal bihalal tidak hanya dapat meluruskan benang yang kusut tetapi juga dengan halal bihalal dapat mendatangkan rahmat Allah Swt.


"Halal bihalal tidak hanya sekedar saling memaafkan saja, namun juga menciptakan kondisi persatuan. Halal bihalal juga dapat mendatangkan rahmat Allah Swt. Tentunya dengan mempererat persaudaraan sesama muslim (الاخوة الاسلامية), dan juga persaudaraan sebangsa (الاخوة الوطنية) serta persaudaraan sesama manusia (الاخوة البشرية) haruslah selalu digaungkan sehingga tercipta kedamaian, keamanan, dan kenyamanan di NKRI," tuturnya.


Kata Halal menurut tinjauan bahasa atau linguistik berasal dari kata Halla (حل) atau Halala (حلل) arti Halal bihalal dalam hal ini adalah menyelesaikan masalah atau kesulitan, meluruskan benang kusut, mencairkan yang membeku, melepaskan ikatan yang membelenggu. Dengan melaksanakan halal bi halal untuk silaturahmi dan saling memaafkan, maka seseorang akan menemukan hakikat idul fitri menjadikan diri kembali ke fitrah (suci), kembali kelembaran Putih tanpa noda. 


"Pada hakikatnya tradisi ini merupakan esensi dari dari ajaran Rasulullah Saw yang tentunya Al-Qur'an menjadi sumber hukum primer, dengan wasilah Mbah Kiai Abdul Wahab Hasbullah tokoh pendiri Nahdlatul Ulama. Istilah Halal bihalal menjadi viral sampai detik ini," Kata Kiai murid Al-Marhum Habib Hamid bin Alwi bin Hud Alathas itu.


Karena halal bihalal itu dapat mempersatukan dan mempererat tali persaudaraan, maka hal ini sesuai dengan yang dianjurkan dalam Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 10, yaitu 


إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ


Artinya: Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.(QS.Al Hujurat: 10) 


“Selain dari ayat Al-Qur’an , bahwa dari kajian hadis pun ditemukan banyak hadits yang sangat mementingkan makna halal bihalal atau menjaga silaturahmi dan saling memaafkan, diantaranya sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda :


مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ


Artinya: “Siapa yang ingin diluaskan rizkinya atau meninggalkan nama sebagai orang baik setelah kematiannya hendaklah dia menyambung silaturrahim.” (HR. Al-Bukhari).


Rasulullah Saw bersabda:


مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ


Artinya: “Siapa yang pernah berbuat aniaya (zhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia).” (HR. Al-Bukhari)


"Nabi Saw juga menganjurkan umatnya untuk meminta maaf atau minta dihalalkan jika melakukan kesalahan kepada orang lain, semoga kita termasuk umat yang akan mendapatkan Syafaat beliau di akhirat kelak nanti, ilahi amin," ujar Kiai Lulusan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang itu.


Sementara itu Ketua Tanfidziyah MWCNU Cimanggis Ustadz Sholahuddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa halal bihalal sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kita selaku kaum muslimin Indonesia. 


"Halal bihalal menjadikan kita semua kembali kepada fitri sebenarnya, minal aidin wal faizin taqoballah sholihal a'mal, mohon maaf lahir dan batin," pungkasnya.


Paerlu diketahui bahwa rangkaian acara Halal bihalal ini diawali dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tabuhan hadrah kesenian Islami, diakhiri dengan doa dan bermushofahah. 


Pewarta: Abdul Mun'im Hasan
Editor: Abdul Manap

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×