Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Dr. Hamami Zada: Pesantren Jadi Bagian Terpenting Perkembangan Islam di Indonesia 

Dr. Hamami Zada: Pesantren Jadi Bagian Terpenting Perkembangan Islam di Indonesia 
seminar kebangsaan dengan tama Penguatan dan Pengembangan Moderasi Beragama Berbasis Pesantren Tahun 2021 yang diselenggarak oleh Yayasan Gerak Literasi Indonesia (YGLI) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementeria Agama (Kemenag) Republik Indonesia yang digelar secara hybrid di Wisma Shahida Paska Sarjan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta pada Sabtu (11/12) (Foto: Hkim/NUJO)
seminar kebangsaan dengan tama Penguatan dan Pengembangan Moderasi Beragama Berbasis Pesantren Tahun 2021 yang diselenggarak oleh Yayasan Gerak Literasi Indonesia (YGLI) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementeria Agama (Kemenag) Republik Indonesia yang digelar secara hybrid di Wisma Shahida Paska Sarjan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta pada Sabtu (11/12) (Foto: Hkim/NUJO)

Jakarta, NU Online Jabar 
Asisten Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Dr. Hamami Zada menyebut bahwa pesantren merupakan bagian terpenting berkembangnya Islam di Indonesia. Menurutnya, dengan berpijak kepada Rasulullah Saw sebagai uswatun hasanah atau teladan yang baik, pesantren mampu menjadi perekat keutuhan bangsa Indonesia. 

 

Hal itu disampaikannya pada acara seminar kebangsaan dengan tama Penguatan dan Pengembangan Moderasi Beragama Berbasis Pesantren Tahun 2021 yang diselenggarak oleh Yayasan Gerak Literasi Indonesia (YGLI) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementeria Agama (Kemenag) Republik Indonesia yang digelar secara hybrid di Wisma Shahida Paska Sarjan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta pada Sabtu (11/12) yang dihadiri oleh 50 peserta dari perwakilan pondok pesantren se-Jabodetabek.

 

"Adanya faham-faham yang memunculkan konflik maka haruslah diluruskan, dengan itu bisa membawa semua civitas pesantren kepada satu pemahaman yang moderat, toleransi kepada siapa pun dengan kaca mata Al-Qur'an dan sabda Nabi Muhammad Saw," ujarnya.

 

Menurut Doktor dari Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah Fes, Maroko, Dr. H. Muhammad Shafin Sugito mengatakan bahwa kita seharusnya bangga karena moderatis di Indonesia lebih maju dibanding dengan negara di Timur Tengah. Menurutnya, itu adalah suatu kebanggaan umat Islam di Nusantara karena para ulamanya telah memberikan contoh yang baik bagi para santrinya.

 

"Kita tahu bahwa Rasulullah adalah Al-Qur'an yang berjalan. Para santri cukup hanya melihat dan mengamati keagamaan yang realistis dari lingkungan pesantren. Karena para kiai yang ada di pesantren adalah penerus para nabi sebagaimana hadis 'العلماء ورثة الانبياء ' maka kiai-kiai yang ada di pesanatren menjadi role model,” katanya. 

 

Ia menyebut bahwa pada surat al-Baqarah ayat 143, dijelaskan pentingnya menjadi teladan umat Nabi Muhammad Saw sebagai sosok Muslim yang beriman, berbuat baik, adil, dan moderat dalam bertindak dan berfikir.

 

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ

 

"Dan demikian (pula) kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu."

 

"Dengan narasi mengikuti kiainya akan memberikan kemoderatan dalam nilai keislaman yang Rahmatan lil alamin," pungkas Dr. H. Muhammad Shoffin Sugito, M.A

 

Sementara itu, Kepala Seksi Subdit PDAM pada Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Ditpdpontren) Kemenag RI, Abdul AzilzKata menilai bahwa moderasi sangat dekat dengan pesantren, para tokoh panutan agama ada di lingkup pesantren. Ini yang menjadikan Indonesia menjadi negara dengan jumlah penduduk mayoritas Islam yang moderat, penuh keramahan serta mudah diterima oleh siapa pun dengan Islam yang Rahmatan Lil alamin. 

 

"Pesantren sebagai tempat startegis bagi terbentuknya generasi Islam yang penuh keramahan akan memunculkan model Islam washatiyah dengan karakteristik kajian ilmu-ilmu pokok dari sumber primer baik dari Al-Qur'an, Hadist serta Tarikh Al-Hadhoroh yang dikuasai oleh tokoh sentral yaitu Kiai sehingga menciptakan moderasi beragama,"  tandasnya.

 

Pewarta: Abdul Mun'im Hasan
Editor: Agung Gumelar

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×