Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Cara Dakwah IKBAL Perkuat Aswaja An-Nahdliyah di Cianjur

Cara Dakwah IKBAL Perkuat Aswaja An-Nahdliyah di Cianjur
Ikatan Alumni Ma’had Baitul Arqom Al Islami (IKBAL) Koordinator Wilayah (Korwil) Cianjur. (Foto: Muhammad Ridwan).
Ikatan Alumni Ma’had Baitul Arqom Al Islami (IKBAL) Koordinator Wilayah (Korwil) Cianjur. (Foto: Muhammad Ridwan).

Cianjur, NU Online Jabar
Dalam rangka membumikan ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah ke masyarakat, Ikatan Alumni Ma’had Baitul Arqom Al Islami (IKBAL) Koordinator Wilayah (Korwil) Cianjur menghadiri pengajian Isra Mi’raj SAW di kampung Gunung Putri Desa Sukatani Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, Ahad (13/2). Acara tersebut dihadiri ratusan jamaah dan menampilkan 3 muballigh Kondang Cianjur yang alumni Ma’had Baitul Arqom Al Islami yaitu KH Ihsan Anwari (Alumni tahun 1984), KH Sirajudin Abbas (Alumni Tahun 1990), dan Ustadz Arif Gumelar Arrasyid/Aa Elang Al Magnumi (Alumni Tahun 2001).

 

Sekretaris Umum (Sekum) Ikbal Korwil Cianjur kang Jamiludin mengatakan, Ma’had Baitul Arqom Al Islami yang sejak didirikan pada tahun 1922 oleh Almagfurullah KH Muhammad Faqih (Mama Faqih) bin KH Muhammad Salim merupakan keturunan ke 17 dari Sunan Gunung jati Cirebon. Ia mengungkapkan, dakwah yang dibangun oleh Masyaikh tersebut bertujuan untuk menegakan Amar Ma’ruf Nahyi Munkar dengan langkah pertama mengatasi masalah Akhlaqul karimah, membina juga mencetak kader-kader Ulama, sekaligus menjaga dan melestarikan kemurnian Aqidah yang di wariskan oleh para sesepuh, yaitu aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah.

 

“Salah satu moto yang selalu kami ingat dari para Masyayaikh Baitul Arqom, kami amalkan serta kami syiarkan adalah moto Ana Muslim, Ana Sunni, Ana Syafi'i. Karena, aqidah Ahlusunnahlah yang akan menyelamatkan kita di dunia dan akhirat,“ katanya

 

Pria yang juga selaku Ketua Pembina Majelis Hubbur Rasul SAW mengingatkan kepada masyarakat di perkampungan agar jangan sampai terkecoh dengan aliran-aliran yang menyimpang baik aliran lokal maupun transnasional radikal, yang bersebrangan dengan Aqidah Ahlusunnah Wal Jamaah yang sudah masuk bukan hanya ke perkotaan tapi sudah ke perkampungan bahkan mereka gencar mempromosikan ajaran aliran mereka melalui media sosial.

 

“Intinya, perkuat Aqidah kita yang jelas jangan jauhi ulama-jauh kampung karena walaupun mereka sangat sederhana tapi merekalah ustadz-ustadz, para kiai yang sebenarnya yang betul betul Ikhlas dalam mendidik, membina anak-anak kita dari nol dari mulai Alif Ba Ta Sa, Tajwid, dasar-dasar aqidah seperti sifat 20, mengajarkan wudhu, solat dan lain sebagainya, dan kita kadang lupa jasa jasa mereka,“ imbuhnya. 

 

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang sudah lumrah digelar oleh warga Nahdliyin seperti Maulid dan juga Rajaban. 

 

Dalam kesempatan yang sama, ia mengisahkan salah seorang ulama besar Sunni yakni Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki saat mendampingi gurunya Syekh Ustman berziarah ke makam Rasulullah di Madinah.

 

"Ketika rombongan tengah khusyuk bermunajat dan bersalawat di depan makam Rasulullah, tiba-tiba Syekh Ustman dibuka mata batinnya sehingga kasyaf bertemu dengan Rasulullah yang tengah diikuti oleh beberapa kelompok manusia di belakangnya. Siapakah gerangan (orang-orang tersebut), ya Rasulullah?" tanya Syekh Ustman.

 

Dengan wajah teduh dan senyum merekah Rasulullah menjawab, “Mereka adalah orang-orang dari sebuah bangsa yang sangat mencintaiku dan aku mencintainya."

 

Jawaban itu semakin membuat penasaran Syekh Ustman, “Dari bangsa manakah mereka, ya Rasulullah?"

 

Senyum kembali mengembang dan Rasulullah menjawab, “Indonesia".

 

Saat kembali tersadar, Syekh Ustman segera melontarkan pertanyaan kepada segenap rombongan yang mengikutinya. “Adakah dari kalian di sini yang berasal dari Indonesia? Aku sangat mencintai Indonesia kerena Rasulullah mencintai mereka," jelasnya.

 

"Wajar umat islam Indonesia sangat di cintai oleh Rasullah SAW. Karena mayoritas umat islam di Indonesia sangat mencintai shalawatan dan selalu mengagungkan Nabi Muhamad SAW di setiap saat bahkan peringatan maulid, isra mi’raj diadakan di setiap kampung2, RT, serta di rumah masing-masing. Maka kegiatan maulid seperti ini tidak ada duanya di dunia kecuali ada di Indonesia,”tandas kang Jamiludin.

 

Pewarta: Muhammad Ridwan
​​​​​​​Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×