Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Ajengan Aceng Mujib Bawa Ribuan Massa, Sampaikan Kekecewaan kepada Pemda Garut Terkait Merebaknya NII

Ajengan Aceng Mujib Bawa Ribuan Massa, Sampaikan Kekecewaan kepada Pemda Garut Terkait Merebaknya NII
Pengasuh Pesantren Salaman Fauzan III KH Aceng Abdul Mujib (Foto: M Salim)
Pengasuh Pesantren Salaman Fauzan III KH Aceng Abdul Mujib (Foto: M Salim)

Garut, NU Online Jabar
Pengasuh Pondok Pesantren Salaman Fauzan III, KH Aceng Abdul Mujib sampaikan kekecewaan kepada pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Garut, yang terkesan menyepelekan keberadaan pengikut Negara Islam Indonesia (NII) di wilayahnya. Hal tersebut disampaikan dalam aksi damai dan audiensi Aliansi Masyarakat anti Radikalisme dan Intoleran (ALMAGARI) yang dibentuknya, kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) di Gedung DPRD Kabupaten Garut (5/1).

 


Aceng Mujib sapaan akrabnya, sangat kecewa ketika muncul berita 59 anak di bawah umur terpapar paham radikalisme yang berafiliasi pada NII pada 6 Oktober 2021. Sebagai tindak lanjut dari pemberitaan tersebut, pihak Pemda Garut membentuk satuan tugas khusus penanganan kelompok radikalisme dan intoleran.

 

“Namun sampai sekarang, satgas tersebut tidak ada kejelasan dari kinerja yang seharusnya mereka lakukan,”ujar muballig kondang itu. “Terbukti dari 59 anak yang terpapar, berdasarkan keterangan warga kelurahan Sukamantri, mereka pada awalnya kembali ke NKRI, namun karena karena tidak ada pembinaan dan tindak lanjut yang jelas, sebagian dari mereka kembali ke NII,” lanjutnya.

 


Aceng Mujib menyatakan siap menjadi garda terdepan bagi Pemda Garut yang merasa terancam dengan keberadaan NII tersebut. Namun, kepada pihak-pihak di dalam Pemda Garut yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai yang terangkum dalam empat pilar kebangsaan, ta tidak segan-segan untuk melawannya.

 


“Saya siap mengorbankan nyawa untuk NKRI, jika harus berperang dengan NII,” tegas Aceng Mujib. “Saya khawatir akan keberlangsungan generasi masa depan bangsa Indonesia, terkhusus kaum muslim Garut, jika sampai terpapar oleh paham NII, sebab agama akan digunakan sebagai komoditas politik dan ekonomi oleh mereka.”


Dalam audiensi tersebut, mantan pengikut NII yang berinisial EK, menyampaikan testimoni penyimpangan ajaran NII. EK menyampaikan antara lain: Pertama, menganggap kafir selain kelompoknya. Kedua, mewajibkan infak bagi pengikutnya. Ketiga, shalat fardu tidak wajib kecuali mendirikan khilafah. Keempat, shalat jum’at tidak wajib karena Indonesia belum menjadi negara Islam. Kelima, jika salah satu dari suami istri yang masuk NII belum dibai’at, maka ketika berhubungan suami istri sama dengan berhubungan dengan binatang. 

 

Hadir dalam kesempatan audiensi tersebut Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, Ketua MUI KH Sirojul Munir, Wakil Ketua DPRD beserta jajaran, Kepala Badan Kesbangpol, Perwakilan Kemenag, puluhan pengurus Ormas dan OKP yang tergabung dalam ALMAGARI yang diikuti oleh ribuan masyarakat Garut yang ikut aksi damai.

 


Pewarta: M Salim

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×