Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Forum R20, NU Dorong Agama Berperan Atasi Problem Global

Forum R20, NU Dorong Agama Berperan Atasi Problem Global
Ketua Panitia Forum R20, Ahmad Suaedy (Foto: NU Online)
Ketua Panitia Forum R20, Ahmad Suaedy (Foto: NU Online)

Bandung, NU Online Jabar
Religion of Twenty (R20) merupakan pertemuan besar berskala internasional yang digagas oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Agenda tersebut akan digelar pada 2-3 November 2022 di Bali sebelum agenda politik besar dunia yakni Group of Twenty (G20).  

 

Melansir NU Online, Ketua Panitia Forum R20, Ahmad Suaedy menyampaikan, bahwa PBNU menyelenggarakan R20 ini dalam rangka menjadikan agama berperan sebagai solusi atas problem global. 

 

"R20 salah satu cara merefleksikan diri. Bagaimana agar agama punya peran penting dalam menyelesaiaikan masalah global, termasuk untuk recovery pasca-Covid-19. Agama harus berperan," katanya sebagaimana diberitakan NU Online, Selasa (23/8/2022). 

 

Sejalan dengan G20, R20 juga berupaya untuk mewujudkan temanya, yaitu Recover Together Recover Stronger, pulih bersama-sama, pulih lebih cepat.


Sebagaimana diketahui, R20 merupakan inisiasi NU dalam rangka memanfaatkan momentum Indonesia sebagai presidensi G20 dengan turut berpartisipasi menyelenggarakan forum R20. 


Lebih lanjut, Suaedy menyebut bahwa arus dunia saat ini terus mengalami penebalan agama dalam ruang publik. Bukan hanya di Indonesia, agama sekarang hampir di semua negara masuk ke ruang publik, menggugat situasi mapan, misalnya pembentukan sekularisasi yang mapan. Hal itu juga bukan hanya Islam, tetapi juga agama-agama lain. 


"Kalau saya mengutip Gus Yahya (Ketua Umum PBNU), agama masih menjadi masalah, masing-masing agama masih mengklaim kebenarannya sendiri, discredit agama lain. Di dalam agama sendiri saling gontok-gontokan dan mengklaim kebenaran sendiri sehingga sulit mencapai cita-cita G20," ujarnya.


Sementara itu, sebagaimana disebut Gus Yahya, dialog agama selama ini cenderung basa-basi. Sebab, dialog yang dilakukan tidak mau masuk ke sisi konflik dari agama. "Ingin mengatakan agama baik-baik saja tidak masalah. Tidak masuk inti agama," ujarnya. 

 

Oleh karena itu, R20 hadir dalam rangka mengakui adanya problem dalam agama sekaligus menyelesaikan persoalan tersebut. "R20 ingin agama mengakui bahwa ada masalah. Dalam waktu yang sama, ikut menyelesaikan masalah secara konkret," katanya.


"Ingin membuat jalan, memperhalus jalan, dan memperluas arena untuk menyelesaikan problem global, termasuk recovery. Maka, di situlah pentingnya R20," pungkas Dekan Fakultas Islam Nusantara, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta itu.


Editor: Abdul Manap

Terkait

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×