Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Doa Ketika Turun Hujan dan Disertai Angin Kencang 

Doa Ketika Turun Hujan dan Disertai Angin Kencang 
Doa Ketika Turun Hujan dan Disertai Angin Kencang (Ilustrasi/freepick.com)
Doa Ketika Turun Hujan dan Disertai Angin Kencang (Ilustrasi/freepick.com)

Bandung, NU Online Jabar
Di sebagian wilayah Indonesia curah hujan semakin tinggi. Menurut data Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa puncak musim hujan akan terjadi pada rentan bulan Desember 2021-Februari 2022. 

 

Seringkali, ketika musim hujan tiba kita dipertemukan dengan fenomena alam seperti hujan yang disertai dengan angin kencang, banjir. Akibatnya, banyak pohon-pohon tumbang di pinggir jalan, atau atap rumah warga yang bolong akibat diterpa angin kencang. Belum lagi ditambah dengan berbagai penyakit yang siap mengintai kapan saja.

 

Dalam hal ini, selain diperlukan persiapan dan penanganan secara matang, diperlukan juga dukungan secara spiritual berupa doa. Memohon kepada Tuhan agar benjana serupa tidak terjadi lagi atau minimalnya dapat meminimalisir dampaknya.

 

Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusia (450-520 H) dalam kitabnya al-Du’a al-Ma’tsûr wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ityâ’nuhu wa Ijtinâbuhu menjelaskan bahwa dalam beberapa riwayat, setiap kali melihat hendak terjadi hujan dan angin kencang, Rasulullah Saw selalu membaca doa dan atau melakukan sesuatu.

 

Pertama, doa Rasulullah Saw ketika melihat awan yang hitam yang kelam (mendung tebal).


اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا

Allahumma inni a’udzu bika min syarriha


“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan awan ini” 

 

Dan Ketika turun hujan beliau mengucapkan doa:

اللهُمَّ صَيِّبًا هَنِيْئًا

Allahumma shayyiban nafi’an 

 

“Ya Allah turunkanlah hujan yang membawa manfaat dan kesenangan” 

 

Diriwayatkan Sayyidah Aisyah ra. sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat awan hitam di langit, beliau langsung meninggalkan pekerjaan, meskipun beliau sedang melakukan shalat, kemudian berucap: “Allahumma innî a’ûdzu bika min syarrihâ” (ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari keburukan awan ini).” Dan ketika turun hujan, beliau berucap: “Allahumma shayyiban nâfi’an (ya Allah turunkanlah hujan yang membawa manfaat dan kesenangan).” (HR. Imam Abu Dawud, Imam Ahmad, dan Imam al-Baihaqi). 

 

Kedua, adab seorang mukmin ketika melihat atau menjumpai angin kencang. 


عن أبي هريرة قال: سمعت النبي صلي الله عليه وسلم يقول: الريح من روح الله تعالي تأتي بالرحمة وتأتي بالعذاب, فإذا رأيتموها فلا تسبوها واسألوا الله خيرها واستعيذوا بالله من شرها

 

“Dari Sayyidina Abu Hurairah ra. beliau berkata: “Aku mendengar Nabi SAW bersabda: ‘Angin adalah bagian dari pemberian Allah, bisa membawa rahmat dan juga bisa membawa azab. Jika kalian melihatnya, jangan mencelanya, mohonlah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya.” (HR. Imam Abu Dawud, Imam at-Tirmidzi, Imam Ibnu Majah dan Imam Ahmad).

 

Semoga kita senantiasa selalu dalam lindungan-Nya, dan dijauhkan dari segala mara bahaya dan bencana, amiin. Wallahu a’lam


Pewarta: Agung Gumelar 

Doa Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×