Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Ketua PWNU Jabar: NU Didirikan untuk Membangun Umat yang Baik

Ketua PWNU Jabar: NU Didirikan untuk Membangun Umat yang Baik
Ketua PWNU Jabar, KH Juhadi Muhammad saat memberikan sambutan di acara pelantikan MWCNU Malangbong, Kabupaten Garut, Kamis (17/02). (Foto: NUJO/Arif)
Ketua PWNU Jabar, KH Juhadi Muhammad saat memberikan sambutan di acara pelantikan MWCNU Malangbong, Kabupaten Garut, Kamis (17/02). (Foto: NUJO/Arif)

Garut, NU Online Jabar 
Kabupaten Garut merupakan salah satu kabupaten yang menjadi atensi Provinsi Jawa Barat terkait dengan gerakan-gerakan di luar ideologi Nahdlatul Ulama. Tentu ini menjadi perhatian kita semua terutama kepolisian, TNI, Pemda, Kecamatan, dan khususnya bagi pengurus NU di Kabupaten Garut.


Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Juhadi Muhammad dalam acara pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Malangbong, Kabupaten Garut pada Kamis (17/03) kemarin. 


Namun, Kiai Juhadi meyakini bahwa ini menjadi pemicu semangat para pengurus lembaga dan badan otonom NU di Kabupaten Garut untuk memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah. 


“Saya meyakini dengan adanya gerakan ideologi di luar NU, maka pengurus NU bersama pengurus lembaga NU dan banomnya semakin semangat untuk memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah,” tuturnya.


“Berdirinya NU tidak sembarangan, siapapun, organisasi manapun yang ingin melawan NU dan menghancurkan NU akan habis dengan sendirinya, dengan berjalannya waktu. Kalau NU-nya kuat maka NKRI sedikitpun kuat, tidak akan goyah. Jadi mereka itu merusak NU bukan tujuan pokok tapi tujuan mereka merusak NU itu supaya NKRI rusak,” tegas Kiai Juhadi. 


Kiai Juhadi mengatakan berdirinya Nahdlatul Ulama adalah untuk membangun dasar-dasar umat yang baik (مبادئ خير أمة), di antara ciri umat yang baik yakni: 


Pertama, الصدق ( Jujur). Jujur dengan siapapun, baik dengan diri kita sendri, dengan orang lain, dengan keluarga, temen dan juga dengan relasi, karena jujur akan membawa kebaikan.


Kedua, الأمانة والوفاء بالعهد  (Amanah dan memepati janji). “Jadi kita sebagai pengurus NU harus amanah dan menepati janji, dan kalau kita tidak amanah dan menepati janji berarti kita adalah orang yang khiyanat,” ujarnya. 


Ketiga, العدالة (Adil/Seimbang). Ini adalah perbuatan yang tidak muda. 


“Oleh karena itu kalau kita sudah bisa melaksanakan مبادئ خير أمة maka saya yakin ketika إبدأ بنفسك kita sebagai pengurusnya sudah menjalankan مبادئ خير أمة maka umat kitapun, warga kitapun menjadi umat yg baik,” ucapnya.


Sebagaimana firman Allah dalam Surat Ali ‘Imron ayat 110:

 

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ٠

 

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.”


Dan sabda Rasulullah Saw:


مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِّهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيْمَانِ

 

“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaknya ia menghilangkannya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Orang yang tidak mampu dengan lisannya, maka dengan hatinya. Dan dengan hati ini adalah lemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim).


Pewarta: Arif Khasbullah
Editor: Agung Gumelar

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×