Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

KH Sa'dulloh: Tidak Cukup Pintar dan Hebat, Seorang Anak Harus Soleh dan Solehah

KH Sa'dulloh: Tidak Cukup Pintar dan Hebat, Seorang Anak Harus Soleh dan Solehah
Pimpinan Pondok Pesantren Al-hikamussalafiyyah KH Sa'dulloh
Pimpinan Pondok Pesantren Al-hikamussalafiyyah KH Sa'dulloh

Sumedang, NU Online Jabar
Orang tua memiliki peran yang paling penting dalam pertumbuhan seorang anak. Faktor pertama pintarnya dan hebatnya seorang anak ditentukan oleh pendidikan pertamanya, ditentukan oleh lingkungan pertamanya, dan pergaulan pertamanya, yaitu hidup besar bersama didikan orang tua.


Banyak orang tua yang sukses mendidik anaknya menjadi pintar dan hebat, namun banyak pula orang tua yang gagal dalam mengarahkan anaknya pada masa depan yang lebih baik.


Melihat urgensi tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Al-hikamussalafiyyah KH Sa'dulloh, menyampaikan dan mengingatkan bahwa peran orang tua sangatlah besar, mendidik, membesarkan dan mengarahkan.


"Peran orang tua dalam pertumbuhan seorang anak sangatlah besar. Mulai dari pendidikan pertamanya di rumah. Hingga Do'a-Do'a nya yang cepat terkabul," kata Kiai Sa’dulloh saat sambutan di acara penutupan Prosesi Tasyakur Akhirussanah Pondok Pesantren Al-hikamussalafiyyah, Sukamantri, Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Ahad (26/06) malam.


Banyak orang tua yang mendoakan anaknya pintar dalam suatu bidang dan kelak menjadi orang hebat, namun kata Kiai Sa’dulloh, pintar dan hebat saja tidak cukup, melainkan harus soleh dan solehah.


"Pada saat ini, para hadirin sekalian. Banyak sekali orang tua yang mendoakan anaknya pintar dalam suatu bidang, banyak orang tua yang mendoakan anaknya jadi orang hebat, namun pintar dan hebat saja tidaklah cukup, tetapi anak-anak itu harus sholeh dan sholehah,” tegasnya.


Pintar dan hebat kalau tidak soleh dan solehah, dan tidak punya dasar agama yang kuat lanjutnya, banyak anak yang terjerumus pada tindakan kriminal yang berakhir di jeruji besi.


"Pintar dan hebat tidaklah cukup, anak-anak harus sholeh dan sholehah. Lihatlah fakta hari ini, banyak sekali orang-orang pintar, orang-orang hebat. Karena tidak sholeh-sholehah, tidak memiliki dasar-dasar agama yang kuat. Mereka banyak yang terjerumus pada tindakan kriminal. Sehingga orang pintar yang harusnya membangun negeri, malah mendekap di bui," terangnya.


“Oleh karena itu, kami para tenaga pendidik dan kependidikan di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah ini, tidak hanya mengajarkan keilmuannya saja. Tapi spiritualitas dan karakternya kami bangun,” imbuhnya.


Lebih lanjut, Kiai Sa'dulloh berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati agar tetap mengamalkan Amaliyah dan Keilmuan yang telah diajarkan, serta mintalah do'a kepada orang tua.


"Saya berpesan, jagalah dan rawatlah tradisi Amaliyah yang sudah diajarkan. Implementasikan keilmuan yang sudah didapat selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al-hikamussalafiyyah. Jangan lupa mintalah do'a kepada orang tua," pungkasnya.


Pewarta: Helmi Fauzi
Editor: Abdul Manap

Sumedang Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×