Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Peran PTNU Realisasikan Tujuan Muktamar, Ketua LPTNU Jabar: Siapkan SDM Mandiri, Turut Berperan Bangun Peradaban Dunia

Peran PTNU Realisasikan Tujuan Muktamar, Ketua LPTNU Jabar: Siapkan SDM Mandiri, Turut Berperan Bangun Peradaban Dunia
Edwan Kardena/NU Online Jabar
Edwan Kardena/NU Online Jabar

Tasikmalaya, NU Online Jabar
Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Barat Edwan Kardena mengungkapkan peran Perguruan Tinggi NU (PTNU) dalam merealisasikan tujuan Muktamar NU ke-34 sesuai dengan temanya yaitu “Menuju Satu Abad NU: Kemandirian dalam Berkhidmat untuk Peradaban Dunia” adalah dengan mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mandiri dalam berkhidmat dan turut berperan dalam membangun peradaban dunia.
 

“Untuk mewujudkan tujuan Muktamar NU yang ke-34, perguruan tinggi harus menyiapkan dan mewujudkan SDM yang mandiri dalam berkhidmat serta turut berperan dalam membangun peradaban dunia,” ungkapnya.
 

Hal tersebut ia ungkapkan pada saat mengisi Webinar Nasional Menyambut Muktamar NU ke-34 yang digelar oleh Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, dengan tema “Peran Perguruan Tinggi NU untuk Merealisasikan Tujuan Muktamar NU ke-34,” Senin (20/12).
 

Untuk menciptakan SDM yang mandiri dalam berkhidmat dan turut berperan dalam membangun peradaban dunia, Edwan mengatakan ada empat poin yang harus ditekankan Perguruan tinggi NU, diantaranya:
 

Pertama perlunya penguasaan Information and Technology (IT) untuk menunjang penguasaan ilmu-ilmu pengetahuan lain.
 

“Walau mahasiswa perguruan tinggi NU kebanyakan dari pesantren yang mempunyai keilmuan keagamaan yang menjadi ciri khasnya, mahasiswa NU harus menguasai IT untuk memperkaya khazanah keilmuannya, serta untuk menjawab tantangan zaman,” ucapnya.
 

Yang kedua kata Edwan yang juga selaku Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB), perlunya inovasi dalam metode pembelajaran.
 

“Yang kedua perlunya inovasi dalam metode pembelajaran, era saat ini eranya digital bagaimana mahasiswa yang nantinya menjadi SDM NU bisa menjadi pemenang dalam situasi disruption, bisa mengikuti dan menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
 

“Saat ini pembelajaran sudah menggunakan media digital, atau dalam jaringan, ini merupakan inovasi baru yang cepat, semenjak adanya Covid sistem pembelajaran berubah drastis menjadi online. Nah ini merupakan contoh inovasi yang cepat, kita sebagai SDM NU juga harus mempunyai inovasi dalam pembelajaran demi menjawab tantangan zaman yang terus berubah secara tiba-tiba,” sambungnya.
 

Ketiga lanjut Edwan, dalam mewujudkan SDM NU yang turut andil membangun peradaban dunia yaitu perlunya penguasaan Bahasa asing.
 

“Ketiga perlunya penguasaan Bahasa asing, disamping Bahasa arabnya pintar yang alumni pondok, harus pintar pula Bahasa asing, terutama Bahasa inggirs. Banyak beasiswa-beasiswa ke luar negeri yang diperuntukan bagi santri, tapi kalau penguasaan bahasanya masih kurang apalah daya, maka SDM NU harus bisa menguasai bahasa asing,’’ paparnya.
 

Keempat sebagai penutup Edwan mengatakan SDM NU perlu mempunyai soft skill, disamping santri soft skillnya bis abaca kitab gundul, harus mempunyai soft skill yang lain sebagai penunjang karir.
 

“Peningkatan soft skill SDM NU, harus mempunyai soft skill, baik di bidang bisnis, industri, pertanian, maupun yang lainnya sebagai penunjang karir,” pungkasnya.
 

Pewarta: Abdul Manap

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×