Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Harlah NU Ke-96, PCNU Kota Tasikmalaya Gelar Talkshow Hadirkan Tiga Intelektual Muda NU

Harlah NU Ke-96, PCNU Kota Tasikmalaya Gelar Talkshow Hadirkan Tiga Intelektual Muda NU
KH Yayan Bunyamin, Iip D Yahya, dan Dr Amin Mudzakir menjadi Narasumber Harlah NU 96 di Kota Tasikmalaya, Senin (14/2). (Foto: Ilham Abdul Jabar).
KH Yayan Bunyamin, Iip D Yahya, dan Dr Amin Mudzakir menjadi Narasumber Harlah NU 96 di Kota Tasikmalaya, Senin (14/2). (Foto: Ilham Abdul Jabar).

Tasikmalaya, NU Online Jabar 
Rangkaian kegiata memperingati Hari Lahir (Harlah) NU yang ke-96 di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tasikmalaya masih berjalan menuju puncak acara yaitu tanggal 1 Maret 2022.

 

Kali ini, PCNU Kota Tasikmalaya mengadakan Talkshow bersama Tiga Intelektual Muda NU Jawa Barat, yaitu Dr Amin Mudzakkir salah seorang Peneliti, Iip Dzulkipli Yahya seorang Sejarawan dan Kiai Muda Yayan Bunyamin seorang Pakar Aswaja, yang dilaksanakan di gedung SMK NU jalan Argasari Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya dan disiarkan langsung oleh channel Youtube Pojok Hikmah, Senin (14/02).

 

Pada acara tersebut, masing-masing dari mereka membahas NU pada kurun waktu tertentu. Iip Dzulkipli Yahya membahas NU masa lalu, Kiai Muda Yayan Bunyamin membahas NU masa kini dan Dr Amin Mudzakkir membahas NU masa depan. 

 

Seperti yang disampaikan Kang Iip sapaan akrabnya, bahwa, dari dulu sampai sekarang NU selalu komitmen dalam ikut serta menjaga stabilitas negara bahkan dunia. 

 

Ia teringat kembali kisah yang ia tulis dalam bukunya yang diberi judul "Ajengan Cipasung" mengenai apa yang disampaikan oleh KH Ruhiyat, Ayahanda dari KH Ilyas Ruhiyat Ra'is Aam PBNU Tahun 1990-1999 ketika ditanya alasan KH Ruhiyat mendirikan sekolah formal di Komplek Pesantren Cipasung. 

 

"Kata Kiai Ilyas, kita hatus mempersiapkan anak muda NU untuk mengisi pos-pos menteri agama, 'pan urang teh milu nyieun nagara ieu'," ujarnya yang juga selaku Direktur Media Center PWNU Jawa Barat.

 

Hal ini juga diperkuat kembali oleh Kiai Muda Yayan Bunyamin, bahwa, NU sudah selesai berbicara Aqidah, Amaliyah, Fiqroh dan Harokah. Di periode menyongsong satu abad NU, kita harus melangkah lebih berkembang dalam sektor Ekonomi, kesehatan dan teknologi. 

 

"Fair saja saya tanya, untuk menyongsong 100 tahun NU, LPTNU akan melahirkan berapa ratus Sarjana Muda NU di bidang Ekonomi, Kesehatan  dan Teknokrat ? Kalau hanya konsepan saja buat apa, kami butuh yang real," harapnya yang juga merupakan Direktur Aswaja Center Tasikmalaya. 

 

Dalam kesempatan yang sama, Amin Mudzakkir juga berkaca dari masa lalu. Ia berharap dari sekian banyak milenial milenial NU, ada beberapa orang yang fokus terhadap teks, yaitu menulis dan membaca, seperti yang dilakukan oleh Raden Sutisna Sanjaya (Sutsen) Ketua Tanfidziyah pertama di Tasikmalaya.

 

"Raden Sutsen ini seorang Jurnalis, kita tidak bisa bayangkan jika dulu tidak ada tulisan tulisannya, mungkin kita tidak tahu apa yang terjadi di masanya. Karena itulan, tulisan adalah warisan paling berharga untuk masa depan," Paparnya yang juga Dosen S2 dan S3 di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia  (UNUSIA) Jakarta. 

 

Perlu diketahui, acara ini dihadiri oleh perwakilan dari badan otonom dan lembaga NU yang ada dilingkungan Kota Tasikmalaya, mulai dari Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, PMII, IPNU, IPPNU dan yang lainnya.

 

Pewarta : Ilham Abdul Jabar
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×