Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Jaga Sejarah dan Budaya, MATAN IAIN Cirebon Ngaji Sejarah dan Kebudayaan

Jaga Sejarah dan Budaya, MATAN IAIN Cirebon Ngaji Sejarah dan Kebudayaan
MATAN IAIN Cirebon gelar Ngaji Sejarah dan Kebudayaan (foto: NU Jabar Online)
MATAN IAIN Cirebon gelar Ngaji Sejarah dan Kebudayaan (foto: NU Jabar Online)

Cirebon, NU Online Jabar
Pengurus Komisariat (PK) Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (MATAN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon gelar refleksi ngaji sejarah dan kebudayaan di Keraton Kanoman Cirebon, Ahad (9/1).


Ngaji sejarah dan budaya tersebut dalam rangka menjaga tradisi dan budaya, dengan menghadirkan sejarawan Cirebon Farihin yang juga sebagai Pengurus Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama Kota Cirebon.


Ketua PK MATAN IAIN Syekh Nurjati Khumaedi NZ menuturkan, adanya kegiatan ini sebagai media pengenalan budaya dan mengingat jasa para ulama terdahulu.


"Nasionalisme tanpa sejarah tentunya akan rapuh. Orang yang kuat dalam nasionalisme adalah orang yang mengenal sejarah dan tidak melupakan sejarah, semoga dengan diadakannya kegiatan ini kita senantiasa bisa melestarikan budaya dan memahami sejarah para pendahulu,” tuturnya.


Sejarawan Cirebon Farihin dalam pemaparannya mengulas banyak sejarah dan budaya Keraton Kanoman, Kasepuhan bahkan sampai Kacirebonan, dan salah satunya bagaimana urgensinya menjaga budaya lokal yang hampir tergerus peradaban.


"Transformasi kebudayaan peradaban yang dilakukan wali oleh songo itu adalah memadukan antara kebudayaan lama dengan kebudayaan baru, sehingga kebudayaan lama tidak tergilas oleh kebudayaan baru, melainkan berjalan beriringan. Berbeda dengan hari ini ketika muncul, modernisasi, globalisasi dan revolusi itu konsekuensinya kebudayaan lama akan tergilas oleh kebudayaan baru," ungkapnya


Untuk menumbuhkan spirit nasionalisme lanjut Farihin, maka harus belajar kebudayaan dan sejarah. 


“Kalau kita ingin memberikan spirit nasionalisme, kita harus belajar kebudayaan. Kita harus bangga dengan tanah air kita, dengan bangsa kita, dengan ras kita, dengan pakaian kita, dengan tatacara tradisi kita. Itu akan menumbuhkan spirit nasionalisme, spirit patriotisme dan spirit-spirit itu tidak akan didapat kalau tidak belajar sejarah," kata alumni Jurusan Sejarah IAIN Syekh Nurjati Cirebon itu.


Generasi muda jika ia ingin menciptakan Indonesia makmur, sehat dihari esok mereka harus punya kecintaan terhadap bangsa dan punya spirit membangun negara. 


“Kalau mempunyai kecintaan terhadap bangsa yang tinggi, kecil kemungkinan akan menyeleweng dari tugas berbangsa dan bernegara. Maka dasarnya adalah kecintaan kepada tanah air maka jangan heran kalau ulama-ulama terdahulu meraka adalah orang-orang yang konsen terhadap budaya konsen terhadap sejarah dengan tidak pernah melupakan pendiri bangsa sebelumnya," ujar pustakawan Keraton Kanoman Cirebon itu.
 

Pewarta: Khumaedi NZ
Editor: Abdul Manap

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×