Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka PWNU Download

Ziezie Husain: Musik dan Pesan Universal

Ziezie Husain: Musik dan Pesan Universal
Ziezie Husain (kanan)
Ziezie Husain (kanan)

Pria bernama beken Ziezie Husain ini mulai menekuni musik ketika menjadi mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Saya pernah bertemu dengannya di gedung PCNU Depok ketika ia manggung bersama Demokreasi Band di acara malam doa bersama untuk Pilkada Depok aman, 20 Desember 2020 lalu. 

Ia mengaku mengenal musik dimulai sejak anak-anak. Karena sering mendengarkan musik yang didengarkan oleh orang tuanya. Mulai musik gambus hingga lagu barat. “Saya mulai mengenal musik karena sering mendengarkan musik koleksi orang tua saya,” mengawali ceritanya.

Kecintaannya pada musik, pernah mengantarkannya menjadi Sekjen Oi Pusat, sebuah wadah para penggemar Iwan Fals yang kemudian mendeklarasikan menjadi Organisasi kemasyarakatan. Ketika masih duduk di Madrasah Aliyah Wahid Hasyim Yogyakarta, ia sering berinteraksi dengan warga sekitar pesantren yang menggeluti dunia seni. Ada pelukis, musisi, pembuat patung, serta mahasiswa yang suka musik. Kondisi itulah membuat ia sering nongkrong di rumah-rumah warga sekitar. Salah satunya minta diajari bermain gitar.

“Itulah asiknya mondok di Jogja, pondok tradisional yang tak berpagar sehingga kita bisa bermasyarakat. Tidak menjadi komunitas eksklusif di tengah masyarakat. Dan suasana Jogja itu memang mendukung untuk berkesenian dan berkebudayaan, “ tambahnya.

Setelah lulus kuliah dan sempat bekerja, ia sempat bergabung di manajemen Wali Band yang notabene mereka adalah teman satu kampus. “Seringnya bergaul dengan anak-anak band, membuat saya merasa menemukan dunia saya. Ya, di seni itu,” tutur pria yang ngefans Iwan Fals ini.

Gara-gara suka dalam dunia musik, rumahnya penuh dengan alat musik. Mulai dari sound sistem, mixer, keyboard dan gitar. Untungnya ia mendapat apresiasi dan dukungan dari orang tuanya.

Ia menekuni alat musik gitar bukan agar menjadi gitaris andal, tapi lebih bertujuan agar ketika ia bernyanyi bisa dalam notasi yang  tepat. Namun demikian ia terus belajar dengan teman-temannya sesama musisi, antara lain mengenal corak musik  klasik maupun country.

Manfaat Musik
Baginya, musik memiliki nilai yang universal. Dengan musik, bisa menyuarakan gagasan, ide dan rasa yang dimiliki oleh seseorang. “Penyampaian gagasan yang efektif adalah dengan musik. Ada orang tidak paham arti sebuah lagu asing, namun “rasa itu” bisa sampai kepada pendengar. Misalnya lagu yang dinyanyikan dengan irama kesedihan, orang bisa ikut larut dalam kesedihan itu. 

Ia menambahkan, selain untuk menyuarakan gagasan, musik juga bisa sebagai sarana untuk relaksasi dari kepenatan dan stres. Misalnya bagi ibu yang sedang hamil. Bagi umat Islam, Al-Qur’an yang dibacakan dengan suara yang indah bisa merangsang intelegensi jabang bayi. Termasuk bagi orang yang gaya belajarnya auditori, musik bisa membuat betah belajar serta memunculkan kreativitas dan ide.

Menyikapi Diskursus Bolehnya Musik
Prinsip ia bermusik mengikuti dakwah para ulama di Nusantara yang berdakwah melalui musik. Misalnya yang dilakuakan oleh Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang melalui  wayang dan gamelannya. Bahkan ketika ia berada di pesantren Al Hamidiyah Depok yang didirikan oleh KH Ahmad Syaikhu, pesanternnya pernah menjadi lokasi syuting film Nada dan Dakwahnya H. Rhoma Irama dan KH Zainudin MZ. Walaupun demikian, ia menghormati pendapat orang yang tidak memperbolehkan musik. 

“Terkadang, dengan musik, dakwah lebih cepat diterima. Bahkan menurut saya, kalau musik itu bisa menjadi “wasilah” dakwah, maka hukumnya wajib. Sebagaimana yang dipakai para sufi hingga bisa “wusul” kepada Allah”. 

Pesan untuk generasi muda
Pesannya untuk generasi muda NU, selain mahir dalam ilmu agama, perlu juga ada yang  menekuni di bidang seni, videografi dan film. Di NU sudah ada wadah yang menaunginya. Misalnya di Lembaga Senin Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi). 

Terakhir, harapan pria yang aktif di Lesbumi dan Jatman ini, berharap kepada pesantren untuk menjaring bakat-bakat para santri seni sejak dini. Kemudinan mengarahkan mereka ke pendidikan lanjutan. Misalnya di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) atau Institut Seni Indonesia(ISI) Yogyakarta. Karena belum banyak santri yang menekuni di bidang musik dan film.

Karya
Sudah banyak karya yang dihasikan bersama teman-temannya yang bisa ditonton di chanel YouTubenya, Ziezie Husain.  Antara lain:
1. Hari Santri (copy right Kementerian Agama)
2. Buya Said Agil Siraj
3. Inilah Kami Banser (unrilis)
4. Surat Cinta Untuk Gus Ami
5. Gurindam PKB
6. PKB No. 1
7. Gus Dur Sang Guru Juang
8. Jokowi Masih di Hati

Penulis: Moch Ikmaluddin
Editor: Abdullah Alawi