Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka PWNU Download

Zaky Rabbani, Hafidz yang Bercita-Cita Kuliah di Eropa

Zaky Rabbani, Hafidz yang Bercita-Cita Kuliah di Eropa
Zaky Rabbani. (Foto: NU Online Jabar/M Rizq Fauzi
Zaky Rabbani. (Foto: NU Online Jabar/M Rizq Fauzi

Bandung, NU Online Jabar
Kegiatan Diklat Satu Desa Satu Hafidz (Sadesha) yang digelar oleh Pengurus Wilayah Jam’iyatul Qurra wal Huffadz Nahdlatul Ulama (PW JQHNU) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sudah memasuki angkatan ke VI, Rabu (2/12). Acara tersebut dihadiri oleh 216 peserta yang terdiri dari berbagai wilayah di Jawa Barat.
Muhammad Zaky Rabbani, adalah salah satu peserta yang mengikuti program beasiswa Sadesha. Ia santri dari Pesantren Persatuan Islam (PPI) 27. Sejak kecil, ia didorong oleh orang tuanya untuk selalu menghafal Al-Quran. 

Ia menceritakan proses dirinya bisa mengkhatamkan Al-Quran. Seperti anak kecil pada umunya, pria yang akrab disapa Zaky itu hobi bermain. 

“Jadi ceritanya sebelum main, saya dimotivasi sama Umi buat setoran hafalan dulu. Alhamdulillah waktu itu bisa menghafal 2 juz sampai lulus SD,” ujarnya.

Setelah lulus SD, ia dimasukkan ke Rumah Quran yang terletak di Arcamanik, Kota Bandung. Di sana, ia terus dimotivasi oleh orang tua dan gurunya untuk menghafal Al-Quran, sampai akhirnya disana ia bisa khatam.

“Nah, pas masuk ke SMP, alhamdulillah saya bisa mengkhatamkan Al-Quran saat di pesantren,” tutur Zaky.

Ia juga menceritakan motivasinya dalam mengahafalkan Al-Quran. Selain untuk memuliakan orang tua dan menjadi bekal untuk di akhirat, ia juga bercita-cita untuk melanjutkan studi di luar negeri.

“Motivasi lainnya mah ingin sekali kuliah di luar negeri. Saya mendengar banyak jalur beasiswa untuk hafidz 30. Itu jadi bekel buat saya bisa kuliah di luar negeri. Saya ingin kuliah di Eropa,” lanjut Zaky.

Selain itu, ia berharap dengan mengikuti program Sadesha ini bisa mengamalkan ilmu yang didapat.

“Khususnya buat diri pribadi umumnya buat semuanya. Semoga ilmu yang didapat di Diklat Sadesha ini bisa diamalkan dan bisa bermanfaat buat masa depan,” pungkasnya.

Penulis: M Rizqy Fauzi
Editor: Iip Yahya