Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

Wagub Jabar Harapkan Al-Qur’an Tak Hanya Dibaca, Tapi Diamalkan hingga Didakwahkan

Wagub Jabar Harapkan Al-Qur’an Tak Hanya Dibaca, Tapi Diamalkan hingga Didakwahkan
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruhzanul Ulum (Foto: NU Online Jabar)
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruhzanul Ulum (Foto: NU Online Jabar)

Bandung, NU Online Jabar 
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruhzanul Ulum mengharapkan agar Al-Qur’an bukan hanya menjadi bacaan di acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan awal kegiatan saja, tapi Al-Qur’an harus dipahami.

Baca: Wagub Jawa Barat Dijadwalkan Buka Diklat Wawasan Kebangsaan JQHNU Jawa Barat

“Kemudian setelah memahami, harus mengamalkan. Mengamalkan tidak cukup, tapi harus jadi imam dan pedoman hidup,” tegasnya, sebelum membuka Diklat Wawasan Kebangsaan yang digelar Pengurus Pimpinan Wilayah Jam’iyatul Qurra Wal Hufadz (JQHNU) Provinsi Jawa Barat, di Hotel Asrilia, Kota Bandung, Kamis (12/11). 

Wakil Gubernur yang akrab disapa Kang Uu ini seraya menambahkan bahwa kemudian kita harus menghormati Al-Qur’an. 

Ia menceritakan pengalaman masa kecilnya saat belajar mengaji Al-Qur’an kepada seorang guru. Menurut Kang Uu, gurunya itu sangat menekankan agar para santrinya menghormati AL-Qur’an. 

Baca: Gubernur Jabar Ridwan Kamil Resmikan Program Sadesha

“Menghormati Al-Qur’an dengan berbagai macam cara; ari bade ngaos Al-Qur’an disuhun dipawarang ku guru. Upami dideres sok make jojodog supaya ulah dina handapeun tuur. Lamun aya Al-Qur’an salambar di jalan, disimpan di tempat yang betul,” kenangnya, 

Bahkan ia membuka lembaran Al-Qur’an dengan membasahi ujung jari dengan ludah saja dilarang gurunya. 

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tugas umat Islam adalah menjaga kemurnian Al-Qur’an. Dalam hal ini, program Satu Hafiz Satu Desa (Sadesha) yang dilaksanakan Pemerintah Jawa Barat bekerja sama dengan PW JQHNU Jawa Barat adalah upaya menjaga kemurnian Al-Qur’an. 

Setelah itu, lanjutnya, kita diwajibkan untuk mendakwahkan isi kandungan Al-Qur’an kepada umat Islam. 

“Butuh para kiai dengan ilmunya dengan ceramahnya, tapi dalam penyampaiannya bilhikmah, dengan lemah lembut, dengan baik dan benar jangan sampai menjelaskan Al-Qur’an,” katanya. 

Pewarta: Abdullah Alawi