Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

Usung Semangat Agama dan Budaya, Pimpinan Ranting Ansor Kaplongan Lor Dilantik

Usung Semangat Agama dan Budaya, Pimpinan Ranting Ansor Kaplongan Lor Dilantik
Pengurus Rating, PAC Ansor Kaplongan Lor (NU Onlinr Jabar/Foto: Yahya Ansori)
Pengurus Rating, PAC Ansor Kaplongan Lor (NU Onlinr Jabar/Foto: Yahya Ansori)

Indramayu, NU Online Jabar
Orasi Budaya diselenggarakan dalam rangka pelantikan Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Kaplongan Lor, jum’at 22 Januari 2020 bertempat di Musholla al-Ikhlas blok Pejaten desa Kaplongan kecamatan Karangampel. Orasi dan diskusi itu mengambil tema “Beragama yang Berbudaya”.

Ketua PR GP Ansor Kaplongan Lor, Muzaki dalam sambutannya mengungkapkan sengaja acara pelantikan ini diisi dengan orasi dan diskusi budaya agar generasi muda terbiasa dalam tradisi pemikiran kritis dan melek budaya.

“Problem kita adalah berbagai persoalan masyarakat yang seringkali terkait dengan realitas kebudayaan yang ada,” ujarnya.

“Dari realitas yang ada diharapkan kaum muda Ansor memiliki strategi-strategi khusus untuk menghadapi kebudayaan yang berkembang di masyarakatnya,” Muzaki menambahkan.

Ketua Lesbumi PCNU Indramayu  Hidayatullah Ali ridho yang biasa dipanggil kang Dayat dalam orasinya menyampaikan bahwa budaya dan agama itu berbeda, namun agama dan budaya tidak bisa dipisahkan karena budaya adalah alat untuk memudahkan dalam beragama. 

“Agama itu dari Tuhan sementara budaya itu dari manusia,” tuturnya.

“Karena agama membuat hidup jadi mudah dan karena budaya membuat hidup jadi indah,” kata Dayat.

Mengutip Emile Durkheim, Dayat memberikan gambaran tentang fungsi agama dalam masyarakat, yaitu  sarana-sarana keagamaan adalah lambang-lambang masyarakat, kesakralan bersumber pada kekuatan yang dinyatakan berlaku oleh masyarakat secara keseluruhan bagi setiap anggotanya, dan fungsinya adalah mempertahankan dan memperkuat rasa solidaritas dan kewajiban sosial.

Lebih lanjut Dayat mengatakan bahwa agama dan masyarakat memiliki hubungan yang erat. Di sini perlu diketahui bahwa ini tidak berarti mengimplikasikan pengertian agama menciptakan masyarakat. Tetapi hal ini mencerminkan bahwa agama adalah merupakan implikasi dari perkembangan masyarakat. Hubungan antara agama dengan masyarakat terlihat di dalam masalah ritual.

“Ke depan semua kader diharapkan mampu mengamalkan ilmunya untuk melakukan akulturasi terhadap masyarakat dalam bingkai mabadi khoiru ummah,” harap Dayat.

Dalam kesempatan pelantikan tersebut pengurus PAC Ansor Karangampel, Teguh Imanudin mengharapkan agar sahabat-sahabat Ansor yang baru saja dilantik terus menimba ilmu kepada para kiai yang ada dan mengaplikasikan ilmunya dalam khidmah kepemudaan dan kemasyarakatan.

“Pekerjaan rumah kita masih banyak dan semua itu butuh kerja-kerja kalian. Jangan diam setelah dilantik sebagai pemuda harus optimis dan penuh semangat dalam menjalankan tugas-tugas keummatan,” tegas Teguh Imanudin.

Turut hadir dalam pelantikan kang Amin Hidayat mantan pengurus PC Ansor kabupaten Indramayu, pengurus MWCNU Karangampel dan ditutup dengan doa dari pengurus Ansor Kaplongan era 80an, Kiai Damiri.

Pewarta: Yahya Ansori
Editor: Muhyiddin