Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

Ummi Sari: Pengasuh Pondok Pesantren YAPINK Bekasi, Kader Muslimat NU, Aktivis Sosial Keagamaan

Ummi Sari: Pengasuh Pondok Pesantren YAPINK Bekasi, Kader Muslimat NU, Aktivis Sosial Keagamaan
Umi Hj sari Damayanti (kiri) bersama Ibu mertuanya, Hj Nurhidah Abdillah (Kanan) (NU Online Jabar/Foto: Santri_Yapink)
Umi Hj sari Damayanti (kiri) bersama Ibu mertuanya, Hj Nurhidah Abdillah (Kanan) (NU Online Jabar/Foto: Santri_Yapink)

Perempuan kelahiran Bandung 23 Januari ini, merupakan sosok wanita keibuan yang penuh kelembutan, murah senyum, dan sangat penyayang. Dialah Ummi Hj Sari Damayanti, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ummi Sari di lingkungan Pondok Pesantren YAPINK Bekasi.

Yayasan Perguruan Islam El-Nur El-Kasyaf atau sering disebut "YAPINK" merupakan salah satu Pondok Pesantren NU di Bekasi yang eksistensinya sudah cukup lama dan dikenal khalayak luas. Pesantren ini memadukan salafiah dengan konsep modern. Hal itu sesuai dengan misi Islam yang harus tetap mengamati, memahami, dan menjaga perkembangan zaman bukan sekedar ikut-ikutan dengan perkembangan zaman.

Ummi Sari, di samping dikenal karena kelembutannya, juga dikenal sebagai sosok yang tegas dalam melaksanakan tanggung jawab, adil memberikan porsi seimbang sesuai hak dan kebutuhan individu.

Sikapnya yang penyayang, penuh perhatian, dan adil sering menjadi inspirasi para santri. Hubungan baik dengan para santrinya masih terus terjaga meskipun mereka sudah tidak aktif belajar di Pesantren.

Dikutip dari buletin Instink (Informasi Seputar Yapink), dalam hidup, Ummi Sari memiliki cita-cita besar yang ingin diwujudkan, yaitu menjadi seorang wanita sholihah yang tangguh dan terus belajar lebih baik dari hari ke hari.

Cita-cita tersebut menjadi motivasi yang kuat dalam menimba ilmu serta pengalaman. Keyakinan dan percaya diri terhadap kemampuan menjadi modal utama untuk meraih kesuksesan, namun hal itu tidak akan pernah ada jika tidak diiringi dengan doa dan usaha kerja keras dalam belajar.

Dekan Fakultas Ekonomi Islam Institut Agama Islam Shalahuddin Al Ayubi (INISA), yang saat ini masih merangkap sebagai mahasiswi aktif di Fakultas Syariah jurusan Perbandingan Mazhab di salah satu Perguruan Tinggi swasta di Jakarta, selalu menekankan santri-santrinya untuk tidak pernah lelah dan bosan menuntut ilmu.

Di NU, Ummi Hj Sari Damayanti aktif sebagai kader Muslimat NU Kabupaten Bekasi dan aktif dalam misi dakwah, sosial kemanusiaan serta berkreasi dengan ide-ide positif.

Baginya semakin banyak belajar, semakin luas wawasan dan pengalaman. Dengan hal itu, seseorang dapat memiliki ketangguhan dalam menjalani kehidupannya, sehingga tidak putus asa dan punya banyak cara untuk menyelesaikan masalahnya.

Tak heran, sejak usia belia, gairah untuk mendalami materi-materi keislaman sudah sedemikian kuat. Prestasi Ummi di waktu sekolah, hingga mampu diterima di SMA favorit di Kota Bandung, membuka kesempatan yang luas untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan Di kampus-kampus terbaik. 

Semangat belajar yang tinggi memotivasi Ummi untuk masuk ke dua kampus sakaligus, yaitu Program S1 Fakultas Ekonomi, Prodi Manajemen di Universitas Padjadjaran (UNPAD), dan program S1 Fakultas Teknik Sipil (Civil Engineering) di Institut Teknologi Nasional (ITENAS). 

Dua aktivitas perkuliahan itu, ia jalani dengan sabar hingga akhirnya mampu meraih gelar sarjana lengkap (S1) ganda dengan gelar SE dan ST. Pada Tahun 2006 Ummi mendapat gelar Magister Teknik (MT) pada program Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan mengambil konsentrasi di bidang. Management Engineering.

"Anak-anakku Sayang, Teruslah menuntut ilmu dan sabarlah dalam menjalaninya. Jangan cepat menyerah, ketika kalian menemukan kesulitan, pikirkanlah ke depan apa yang kelak akan kalian peroleh ketika kalian mampu menguasai segala ilmu itu," ujar Ummi sari memotivasi.

“Setiap manusia yang dianugerahi hidup pasti akan diuji dengan tantangan dan masalah selalu datang silih berganti. Namun janji Allah Swt bahwa Allah tidak akan pernah memberikan Ujian kepada hamba-Nya kecuali dengan Kemampuan mereka,” tambahnya.

Pesan ummi saat itu, selalu dibutuhkan sebuah keberanian untuk menghadapi segala masalah yang ada, karena sebuah keberanian dalam menghadapi masalah akan menghantarkan kita pada kesiapan diri untuk menjadi orang-orang yang hebat dan sukses.

Perlahan namun pasti, Kiprah Ummi Sari semakin terlihat dalam partisipasi membangun dan memajukan YAPINK. Bersama-sama Abi Kholid, pimpinan Pondok Pesantren sekaligus Suami Ummi Sari Damayanti, memelihara serta memperbaiki segala tatanan yang ada.

Kerja kerasnya membuat YAPINK dapat mengantarkan santri dan Santriwati terbaik untuk melanjutkan studi S1 ke Mesir sebanyak 6 Santri dan 1 Santri yang melanjutkan studi S1 ke Tunisia tahun ini.

Tepat pada hari bertambahnya Umur Ibu Pengasuh Pondok Pesantren Yapink, semoga keberkahan selalu tercurahkan kepada Abi dan Ummi serta seluruh santri Yapink, dan Pesantren Yapink bisa terus menjaga Eksistensi Nahdlatul Ulama di kabupaten Bekasi. 

Penulis: Reesti MPPS
Editor: Muhyiddin