Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka PWNU Download

Terapi Spiritual Ibnu Athaillah terhadap Kesehatan Mental

Terapi Spiritual Ibnu Athaillah terhadap Kesehatan Mental
(Foto: NU Online)
(Foto: NU Online)

Oleh Siti Latipah, M.Pd.
Banyak yang mempercayai bahwa kesehatan mental dapat mempengaruhi kehidupan karena menjadi bagian integral dan esensial dari kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, kesehatan mental sangat diperhatikan terutama pada masa pandemi yang memaksa semua orang beradaptasi dengan keadaan sehingga muncul gejala-gejala depresi, seperti terganggunya suasana hati dan stress.

Para peneliti telah mengeksplorasi dan mengakui adanya kontribusi positif yang dapat diberikan spiritualitas terhadap kesehatan mental. Beberapa orang yang telah melewati masa sulit dalam hidupnya menyebutkan, jika aktivitas spiritual dapat bermanfaat dalam menjaga kesejahteraan mental. Spiritualitas dipahami sebagai sesuatu yang bersifat transenden, mengarah kepada pencarian makna hidup, dan memahami hidup. Sebagaimana yang dijelaskan dalam jurnal yang berjudul Typologies of religiousness/spirituality: Implications for health and well-being.

Salah satu ulama yang memiliki kedalaman spiritual dan kekayaan pengalaman batin adalah Ibnu Athaillah as-Sakandari. Ia dapat membuka tirai intuisi hubungan manusia dengan Tuhan, dengan sesama, dan makhluk hidup lain. Ulama tasawuf kenamaan ini berkata:

اَرِحْ نَفْسَكَ مِنَ التَّدْبِيْرِ, فَمَا قَامَ بِهِ غَيْرُكَ عَنْكَ لَا تَقُمْ بِهِ لِنَفْسِكَ

“Istirahatkan dirimu dari kesibukan mengurusi dunia, apa yang telah Allah atur tidak perlu kau sibuk ikut campur.”

Ungkapan hikmah di atas menandaskan bahwa manusia tidak perlu memikirkan sesuatu yang ada di luar kendali. Manusia tidak perlu mencemaskan segala sesuatu yang sejatinya telah ditetapkan oleh Tuhan.

Melalui ungkapan di atas, Turots Pustaka menerjemahkan kitab at-Tanwir fi Isqatit Tadbir dengan judul Istirahatkan dirimu dari Kesibukan Dunawi, Apa yang Diatur Allah Tak Perlu Kau Sibuk Ikut Campur. Buku ini membongkar tembok-tembok kecemasan dan kekecewaan dengan kedamaian dan ketenangan.

Ulama kelahiran Aleksandria ini menguraikan dengan rinci cara merawat mental dari jerat kehidupan dengan berserah diri dan tidak ikut mengatur (Tadbir), tingkatan yakin, 10 cara tidak mengatur urusan Allah, hakikat kasih sayang, berbagai tingkatan usaha, pengaturan rezeki karena Allah bertanggungjawab menyediakan rezeki bagi makhluk-Nya, ikhtiar sembari Tawakal sampai dengan pembahasan cara Allah memanggil kepada hamba-Nya.

Semua penjelasan di atas, jika direnungkan, lalu dilaksanakan dengan perlahan, dapat mendamaikan jiwa, menerima ketentuan-ketentuan Allah, dan menetralisir antara perasaan gelisah dan berserah.

Penulis adalah Ketua PW IPPNU Jawa Barat