Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka PWNU Download

Shalat Membina Iman dan Taqwa

Shalat Membina Iman dan Taqwa
(Ilustrasi/nuonline)
(Ilustrasi/nuonline)

Dr. KH. Zakky Mubarak, MA
Pengertian iman menurut bahasa adalah “percaya”, atau “membenarkan”, sedang menurut pengertian istilah atau terminologi adalah “meyakini dalam hati, mengikrarkan dengan lisan dan merealisasi dalam perbuatan”. Kualitas iman seseorang ditentukan oleh tiga unsur tersebut.
 
Ketiga unsur itu merupakan satu kesatuan yang utuh, saling mengikat dan berkelindan, tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Semakin banyak membuktikan keimanan itu dalam kehidupan sehari-hari, menunjukkan kualitasnya semakin kuat. Sebaliknya apabila amal perbuatan dan perilakunya sehari-hari tidak menampakkan pengaruh keimanannya menunjukkan iman itu amat rendah. 

Iman dalam pandangan agama Islam bukanlah suatu angan-angan kosong atau khayalan yang hampa, akan tetapi ia adalah kesatuan antara keyakinan dan amal perbuatan.

Ibadah shalat yang dikerjakan dengan baik dan sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan al-Sunnah akan membina iman seseorang menjadi sempurna dan lengkap. Dengan iman itu akan membentuk diri seseorang menjadi manusia mukmin yang senantiasa membuat kebajikan, gemar memberikan pertolongan, saling tenggang rasa, beriba hati dan saling mengasihi. 

Manusia mukmin yang kuat dan besar akan senantiasa mengasihi dan melindungi yang kecil. Sebaliknya mereka yang lemah dan kecil akan menghormati yang besar, dan senantiasa berusaha mengakkan kebaikan dan keadilan, mereka selalu menegakkan yang ma’ruf, mencegah kemungkaran dan kebathilan. Mereka senantiasa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dalam segala kehidupan lahir dan batin.


وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتُ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ يَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ سَيَرۡحَمُهُمُ ٱللَّهُۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٞ 
 
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Taubah, 9: 71)

Menegakkan dan melestarikan shalat serta berbuat kebajikan dan mencegah kemungkaran adalah merupakan sebagian dari kriteria manusia mukmin.

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتۡ قُلُوبُهُمۡ وَإِذَا تُلِيَتۡ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتۡهُمۡ إِيمَٰنٗا وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ حَقّٗاۚ لَّهُمۡ دَرَجَٰتٌ عِندَ رَبِّهِمۡ وَمَغۡفِرَةٞ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ 
 
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia. (QS. Al-Anfal, 8:2-4).

Ayat itu memberikan isyarat bahwa mereka yang benar-benar imannya dan mendapat keridhaan Allah adalah mereka yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 

(1) Apabila disebutkan nama Allah atau al-Asma al-Husna, hati dan jiwa mereka bergetar karena merasakan keagungan dan kekuasaan-Nya. Dengan demikian akan menggerakkan seseorang untuk rajin mengerjakan kebajikan, melaksanakan kewajiban-kewajibannya dengan tulus. Mereka berusaha semaksimal mungkin agar bisa menghindari perbuatan yang tercela. 

(2) Apabila dibacakan atau diingatkan terhadap ayat-ayat Allah atau mereka membacanya sendiri, iman mereka semakin bertambah.
 
Ayat-ayat Allah sebagaimana telah kita ketahui terdiri dari dua bagian, yaitu ayat-ayat Allah yang tertulis seperti al-Qur’an dan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, dan ayat-ayat Allah yang tidak tertulis. Ayat yang tidak tertulis berada dalam alam semesta yang disebut ayat-ayat kauniah, yang ditandai dengan berbagai kejadian dan peristiwa yang menakjubkan. Manusia mukmin apabila dibacakan ayat-ayat tersebut imannya semakin bertambah. Kita diperintahkan al-Qur’an agar rajin mengkaji ayat-ayat itu, baik yang tertulis ataupun yang tidak tertulis. Dengan kajian tersebut akan meberikan kepada kita ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat dan dapat mengantarkan kita kepada iman dan takwa.
Apabila kita memperhatikan ayat-ayat kauniah, seperti pergantian siang dan malam, pergantian musim, pergantian generasi, bukit-bukit berbatu yang kokoh lautan yang luas dan tumbuhan yang menghijau dengan buahnya yang segar dan ranum serta segala peristiwa dalam alam ini, kita pasti menemukan bahwa pada semua itu terdapat suatu tanda bahwa Dia itu Esa adanya. Peristiwa-peristiwa dalam alam itu akan terus memberikan pelajaran kepada mereka yang berakal agar memanfaatkan hidupnya bagi kebenaran dan keadilan. Sikap itu akan terus dikenang oleh generasi penerus dan merupakan contoh yang kongkrit. Selain kriteria tersebut di atas, manusia mukmin hendaknya 

(3) Bertawakal kepada Allah, 

(4) Mendirikan shalat dengan baik dan

(5) Menginfakkan sebagian dari harta yang mereka miliki.

Manusia mukmin yang memiliki iman yang kuat dengan berbagai tanda dan kriteria tersebut akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Mereka memperoleh derajat yang tinggi di sisi Tuhan dan memperoleh keridhaan serta ampunan-Nya. Orang-orang yang beriman akan memperoleh jalan keluar dari segala kesulitannya, apabila mereka mau menghadapinya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.

Penulis adalah Rais Syuriyah PBNU

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=148588400628820&id=100064329816041