Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka PWNU Download

Setahun NU Online Jabar (2): Menjaga Tradisi Lisan, Menghidupkan Tradisi Tulis

Setahun NU Online Jabar (2): Menjaga Tradisi Lisan, Menghidupkan Tradisi Tulis
Logo NU Online Jabar
Logo NU Online Jabar

Oleh Muhyiddin 

Pemimpin Redaksi NU Online Jabar Abdullah Alawi, menulis refleksi satu tahun perjalanannya bahwa NU Online Jabar punya fungsi sebagai pusat data dan konsolidasi organisasi. Selengkapnya bisa dibaca: Catatan Setahun NU Online Jabar (1): sebagai Pusat Data dan Konsolidasi Organisasi 

Nahdlatul Ulama (NU) adalah sumber mata air yang tidak pernah kering. Ada banyak kisah, cerita, inspirasi, dan pelajaran yang mengalir deras. Sumbernya bukan hanya NU secara kelembagaan, tetapi juga dari orang-orang yang ada di dalamnya: kiai, ajengan, dan juga jama’ahnya. Belum lagi mata air yang bersumber dari pondok pesantren, madrasah, masjid, surau, makam, dan ruang-ruang lain di mana aktivis NU beraktivitas.

Bagaimana mata air tersebut dialirkan? Yang paling umum adalah melalui tradisi lisan, dari mulut ke mulut. Kita bisa menyebutnya persambungan sanad bahwa mata air berupa ilmu, doa, kebijaksanaan bersambung lewat satu tuturan ke tuturan berikutnya. Jalur kedua adalah melalui tulisan dalam bentuk kitab, catatan, juga laporan-laporan dalam bentuk jurnal, majalah, tabloid.

Dua jalur ini seakan merangkum kredo NU, menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik. Bagi NU, tradisi lisan pra Gutenberg tetap digunakan sekaligus mengikuti Revolusi Gutenberg dengan berkembangnya kitab-kitab, buku, majalah yang berisi tradisi ke Nu an.

Dengan tergusurnya Revolusi Gutenberg digantikan oleh Revolusi internet, NU pun beradaptasi mengalirkan tradisinya melalui media daring NU Online yang sudah 19 tahun dan diperkuat dengan sub-subdomain seperti NU Online Jabar yang Agustus ini tepat satu tahun.

NU Online Jabar tentu saja memberi mata air segar bagi yang haus akan informasi tradisi ke-NU-an di Jawa Barat. NU Online Jabar memberi kesempatan bagi mereka yang tidak pernah nyantri untuk tahu kebijaksanaan para ajengan, menjadi tahu bagaimana kehidupan santri, juga bagaimana kisah-kisah jama’ah NU secara umum.

NU Online Jabar memberi insight atau informasi pembuka bagi mereka yang ingin memperdalam agama juga membuka informasi apa saja yang sudah, sedang dan akan dilakukan NU.

NU memang khas. Perubahan zaman tidak menggilas tradisinya juga tidak membuatnya nyasab. Tradisi lisan dalam praktik hafalan, kesinambungan sanad, misalnya, tetap terjaga di pondok-pondok pesantren.

Sementara tradisi tulis juga berkembang dalam bentuk catatan-catatan pribadi, buku, kitab, juga artikel, essay, berita kisah, berita peristiwa yang tertampung dalam sungai besar NU Online Jabar.

Jika ada istilah kitab berjalan, kamus berjalan yang tersimpan di memori para ajengan khos, maka sekarang ada kitab, kamus, kebijaksanaan, peristiwa berjalan dalam diam di memori NU Online Jabar.

Tantangannya adalah mengorganisir dan menggerakkan mereka yang mampu merakit kegiatan-kegiatan NU di sekitarnya, menuliskan bahasa para ajengan yang disampaikan dalam pengajian, majlis, ketika mengajar, atau ketika disowani, juga mereka yang mampu menstrukturkan manifestasi NU di lingkungan dan orang-orang sekitarnya.

NU tidak akan pernah habis dituliskan. NU Online Jabar menyediakan halaman-halaman kosong untuk diisi alfabet. Jika salah satu tanda akhir zaman adalah makin berkurangnya kamus dan kitab berjalan, maka untuk sedikit mengulur akhir zaman mari kita hidupkan jam’iyah NU,  ensiklopedi, kamus dan kitab berjalan dalam diam di NU Online Jabar yang bisa dikunjungi dan dibaca kapan saja di mana saja.

Panjang umur NU writing. Setahun NU Online Jabar, 79 tahun Indonesia: menulis NU, menulis Indonesia.

Penulis adalah Sekretaris Redaksi NU Online Jabar