Sebelum Musykercab, LDNU Kabupaten Bogor Lakukan Sinkronisasi Program Kerja Antardivisi

PCINU Arab Saudi Harap Menaker Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran
Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Kabupaten Bogor
Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Kabupaten Bogor

Bogor, NU Online
Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Bogor terus melakukan pemanasan mesin organisasi. Usai pembentukan pengurus, kemudian dilaksanakan pra-Musyawarah Kerja Cabang (Musykercab) di Masjid At-Ta'awun, Cisarua-Puncak, Bogor mulai tanggal 13 Oktober hingga 14 Oktober 2020 bertajuk Menyambut Hari Santri Nasional 2020 dan Menyongsong Satu Abad NU.

Pada pra-Musykercab kali ini PC LDNU Kabupaten Bogor fokus pada pembahasan program kerja masing-masing divisi dengan mengelompokkan program kerja prioritas jangka pendek dan mana yang masuk kategori jangka panjang.

"Kita tunda Musykercabnya, jadi kita melakukan pemanasan dulu dengan pra Musykercab ini dulu, sehingga semua matang," ujar Sekretaris LDNU Kabupaten Bogor, Ahmad Syarofi, Jumat (06/10).

Lebih lanjut dijelaskan, PC LDNU Kabupaten Bogor bertekad menjalankan roda organisasi dengan segera melakukan apa yang bisa dikerjakan. Tentunya dengan tetap berkoordinasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor.

"Karena, intruksi dari PCNU setelah Proker kita buat maka perlu sinkronisasi antar devisi kemudian diajukan kepada PCNU agar semua program tersentral dan terkoordinasi," imbuh Pengasuh Pondok Pesantren Koposari, Cileungsi ini.

Meski belum diputuskan dalam Musykercab, semua yang dicanangkan dalam pra Musykercab tetap menjadi prioritas untuk segera direalisasikan. Hal ini sejalan dengan semangat untuk terus mengabdi dengan apa yang bisa dilakukan.

Di antara program PC LDNU Kabupaten Bogor yang saat ini konsisten dilakukan adalah dakwah digital. Sebab, seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, media dakwah pun perlu merambah ke dunia maya. Karena itu, perlu mensinergikan dakwah berbasis media sosial.   

Selain bisa memperluas jangkauan, dakwah melalui digital juga bisa menjadi sarana dokumentasi yang efektif dan efisien karena meski sudah berlalu, tapi fail masih bisa dilihat kembali. Diharapkan, program dakwah digital kali ini bisa terus konsisten dan bisa memberdayakan kiai-kiai kampung untuk lebih dikenal masyarakat luas. Karena selama ini banyak kiai-kiai di perkampungan yang jangkauannya terbatas masyarakat setempat, padahal secara kapasitas mumpuni dalam hal ilmu agamanya. 

Pewarta: Nidhomatum MR
Editor: Abdullah Alawi