Ribuan Santri Darussyifa Al-Fitrat Perguruan Yaspida Kabupaten Sukabumi Deklarasikan ISANU

PCINU Arab Saudi Harap Menaker Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran
Ribuan santri Yaspida mendeklarasikan diri sebagai bagian dari ISANU (Foto: NU Online Jabar/Adin)
Ribuan santri Yaspida mendeklarasikan diri sebagai bagian dari ISANU (Foto: NU Online Jabar/Adin)

Sukabumi, NU Online Jabar
Para santri di Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fitrat Perguruan Yaspida Kabupaten Sukabumi mendeklarasikan diri sebagai bagian dari Ikatan Santri Nahdlatul Ulama (ISANU) di kompleks Yaspida, Selasa (13/10). Dengan demikian, pesantren tersebut menjadi salah satu komisariat ISANU. 

Pengasuh Pondok Pesantren Darussyifa KH ES Mubarok menyambut baik dengan adanya ISANU. Menurut dia, ISANU sebagai penegas sanad santrinya Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. 

Ia mengajak deklarasi ini diharapkan menjadi pemicu pesantren-pesantren lain untuk melakukan hal yang sama. 

“Minimal empat pesantren tiap bulan,” kata Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Sukabumi ini.  

Hal tersebut kemudian diamini Wakil Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KH Ridwan Subagya mengucapkan terima kasih kepada PWNU Jawa Barat yang berkenan hadir mendampingi deklarasi perdana ISANU bertepatan dengan rebo wekasan. 

“Kun ‘aliman aw muta'aliman, jadilah ulama atau setidaknya orang yang mengikuti ulama", tegas pengasuh Pondok Pesantren Al-Fathonah ini. 

Lebih lanjut Kiai Ridwan menegaskan bahwa santri sebagai penerus, minimal pengikut ulama perlu diwadahi dan dikelola karena tentu tidak sama orang berilmu dan orang tidak berilmu sebagaimana disebutkan Al-Qur'an. 

“Orang berilmu (santri) harus diapresiasi dan diangkat derajatnya. Mudah-mudahan berkah ke depannya. UU pesantren sudah, Hari Santri sudah, wadahnya bagaimana?” pungkasnya.

Sementata itu inisiator ISANU KH Choirul Anam dalam orasinya mengingatkan jasa santri pada pendirian republik dan mengapresiasi Oktober yang sekarang jadi bulan generik sebagai bulan santri berdampingan dengan Sumpah Pemuda.

“Santri pencetus hubbul wathan. Amanat keumatannya menjaga aqidah aswaja, amanat kebangsaannya mengawal NKRI. Santri berdaya, Indonesia jaya", tegasnya.

Deklarasi yang dihadiri ribuan santri dan perwakilan dari beberapa pesantren di Sukabumi kemudian ditutup Dircegah BNPT Brigjend Nurwahid dengan memberikan testimoni bagaimana BNPT dan DENSUS 88 sangat terbantu dan bahkan menjadikan NU sebagai model Islam moderat serta bangga dirinya menjadi bagian dari santri NU.

Selain itu, ia juga menyampaikan bagaimana susahnya menjerat radikalis karena belum ada UU-nya, beda dengan teroris yang bisa dipidana karena ada UU-nya. 

Dia melanjutkan bagaimana gerakan-gerakan dari bawah untuk menangkal radikalisme diperlukan.

“Di sinilah peran penting ISANU sebagai penjaga santri sehingga radikalisme bisa dibendung sejak dini,” tegasnya.

Pewarta: Adin
Editor: Abdullah Alawi