Resep Hj. Ella Giri Komala Pimpin Muslimat NU Jawa Barat

PCINU Arab Saudi Harap Menaker Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran
Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Bara Hj Ella M.Giri Komala (Foto: NU Online Jabar)
Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Bara Hj Ella M.Giri Komala (Foto: NU Online Jabar)

Muslimat NU dikenal sebagai salah satu badan otonom NU yang memiliki jumlah anggota banyak hingga belasan juta. Tak hanya itu, dikenal pula kesolidannya. Kegiatannya pun tak hanya di tingkat pusat maupun di wilayah, melainkan sampai ke kampung-kampung di majelis-majelis taklim. 

Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Barat Hj. Ella Giri Komala mengaku bersyukur bahwa Muslimat NU di Jawa Barat juga terbilang solid dan cukup merata di setiap kabupaten. Kekompakan Muslimat NU Jawa Barat dikenal sampai ke tingkat nasional. 

“Saat peringatan harlah Muslimat NU di Gelora Bung Karno (GBK) tahun 2019, Muslimat NU Jawa Barat membawa 53.000 anggota. Sampai-sampai di tengah sambutannya Yenny Wahid di depan Presiden melambaikan tangan dan bilang “Teh Ella.., Jawa Barat...,” katanya, Selasa (6/10). 

Menurut dia, kunci kekompakan Muslimat NU adalah setiap pimpinan di setiap tingkatan agar menyatukan hati dengan selalu bersama tanpa membedakan jenjang antara Pimpinan Cabang (tingkat kabupaten), Pimpinan Anak Cabang (tingkat kecamatan) ataupun rantingnya (tingkat desa). 

“Konsep tidak membedakan baik dari tingkatan ataupun dari turunan karena Islam pun mengajarkan kita untuk Inna akramakum indallahi atqakum. Intinya lebih dari keikhlasan untuk berorganisasi tanpa membeda-bedakan,” jelasnya. 

Ketika ditanya tentang resepnya memimpin Muslimat NU, Hj. Ella mengatakan bahwa hal itu dimulai dengan niat tulus ikhlas mengabdi. 

“Jangan berharap finansial, tapi harus lillah (karena Allah, red.), bukan berpikir apa yang bisa didapat dari organisasi, tapi apa yang bisa diberikan untuk organisasi,” kata dosen tetap Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung sejak 1983 sampai dengan sekarang.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Muslimat NU Jawa Barat juga memikirkan bagaimana caranya agar anggotanya mandiri secara ekonomi. Sebagaimana diputuskan di tingkat pusat, Muslimat NU Jawa Barat mendirikan Koperasi Annisa sejak 1998. 

“Waktu itu, dimulai dengan memberikan dana 250.000 ke cabang-cabang, di saat Banten juga masih masuk Jawa Barat,” katanya. "Dana tersebut untuk biaya pengajuan badan hukum koperasi Annisa di setiap cabang," lanjutnya.

Hj. Ella merinci bahwa Koperasi Annisa Muslimat NU di Jawa Barat yang sudah berbadan hukum itu sebanyak 22 koperasi yang tersebar di kabupaten dan kota dan 5 lagi masih berupa prakoperasi. Di antara koperasi yang paling baik yaitu Koperasi Annisa Muslimat NU di Kabupaten Kuningan. 

“Kuningan terbaik dari semua kabupaten sampai ada 16 toko yang dibina oleh 16 PAC,” jelasnya. 

Dikenal Dekat dengan Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa 
Hj. Ella dikenal dekat dengan Ketua Umum Pimpinan Muslimat NU Hj. Khofifah Indar Parawansa yang kini jadi Gubernur Jawa Timur itu. Keduanya terpaut sepuluh tahun. Meski Khofifah lebih muda darinya, Hj. Ella mengakui bahwa kedekatan itu tanpa menghilangkan rasa hormat. 

“Kedekatan antara saya dengan Bu Khofifah sampai saat mau shalat pun saya digandeng ke kamarnya. Hal itu tidak menjadikan saya sombong ataupun congkak karena saya tetap menghormati semua pengurus PP Muslimat NU. Juga sangat menghormati Bu Khofifah baik dari segi keilmuan ataupun jabatan. Saya mungkin 10 tahun lebih tua dari Bu Khofifah, tapi saya sangat menghormatinya,” jelasnya. 

Kedekatan keduanya terjalin sejak lama, dimulai dari keduanya memimpin Muslimat NU di tingkatan masing-masing. Ketika Khofifah jadi Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Presiden KH Abdurrahman Wahid, Hj. Ella mengusulkannya jadi calon Ketua Umum Muslimat. 

“Hasil Konferwil di Jawa Barat tahun 2000-an memutuskan saya jadi Ketua Muslimat NU Jawa Barat dan pergi ke Jakarta membawa surat rekomendasi untuk Bu Khofifah agar jadi calon Ketua Umum PP Muslimat NU,” katanya. 

Selain hal itu, Hj. Ella dan Hj. Khofifah, memiliki masa kepemimpinan yang sama, yakni sudah 4 periode masa khidmah, tetapi berbeda tingkatan Pimpinan Wilayah (PW) dan Pimpinan Pusat (PP). 

“Meski bukan darah biru di kalangan NU, Bu Khofifah adalah ciri bahwa siapa pun yang kompeten bisa jadi pemimpin di banom NU," pungkas anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI sebagai senator dari Jawa Barat beserta tiga orang lainnya, yaitu KH Sofyan Yahya (mantan Ketua PWNU Jawa Barat), Prof Ginanjar Kartasasmita dan Prof Surya.  

Penulis: Nelly Nurul Azizah
Editor: Abdullah Alawi