Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka PWNU Download

Raden Aas Kosasih, Tokoh NU yang Berhasil Tingkatkan Zakat Garut dari Rp800 Juta Kini Rp11 Miliar

Raden Aas Kosasih, Tokoh NU yang Berhasil Tingkatkan Zakat Garut dari Rp800 Juta Kini Rp11 Miliar
Ketua BAZNAS Kabupaten Garut Raden Aas Kosasih (Foto: NU Online Jabar/Salim)
Ketua BAZNAS Kabupaten Garut Raden Aas Kosasih (Foto: NU Online Jabar/Salim)

Hujan deras mengguyur kota Garut, pada Kamis (6/5) saat saya berkunjung ke kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut di Komplek Islamic Center Jl. Pramuka No. 24 Kelurahan Pakuwonm Kecamatan Garut Kota, Kabuapten Garut. 

Saya duduk di bangku kantor BAZNAS yang dinaungi pohon beringin besar sebelah kiri. Saya menunggu antrean untuk bertemu dengan Ketua BAZNAS Kabupaten Garut Raden Aas Kosasih.

Wakil Ketua PWNU Jawa Barat yang memiliki konsentrasi pada bidang zakat tersebut berhasil membawa BAZNAS Garut lebih berperan dalam mengumpulkan zakat, infaq dan sedekah untuk disalurkan kepada para mustahiq (para penerima).

Sebelum bertemu dengannya, saya dipersilahkan untuk menanti di ruang tunggu yang lengang karena para pegawai sebagian sudah pulang dan sebagian sedang berkemas pulang.

Setelah beberapa lama saya menunggu, akhirnya bisa bertemu dengan Rd. Aas. Sebelum mengawali sesi, Rd. Aas menyambut saya dengan penuh senyum karena sesama kader NU kami tidak perlu waktu lama untuk bisa akrab.

Sebagai Pengurus PWNU Jabar, ia berpendapat NU baik secara kelembagaan, maupun secara marwah warga NU itu sendiri harus bisa berpikir kreatif dan mampu berinovasi dalam wilayah strategis untuk bisa memberi manfaat kepada semua masyarakat tanpa melihat latar belakang mereka. Itulah karena konsep Islam rahmatan lil’alamin yaitu mampu memberikan manfaat kepada siapa pun.

“Sebagai pengurus NU, kita harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Garut, baik warga NU secara khusus, maupun warga Garut secara umum sehingga profesionalitas kita bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat bahwa NU mampu memberi manfaat kepada semua orang tanpa terkecuali,” tuturnya.

Selama menjabat ketua BAZNAS Garut yang diangkat per tanggal 17 September 2016, Rd. Aas mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) kabupaten Garut untuk membayarkan zakat penghasilannya kepada BAZNAS Garut, ketika ia mendapat laporan pendapatan dari pengurus BAZNAS Garut periode sebelumnya hanya sebesar Rp800 juta.

Diawali dengan cara sosialisasi kepada masyarakat Garut khususnya ASN untuk meningkatkan partisipasi masyarakat khususnya ASN tersebut, maka di awal ia menjabat sebagai ketua dan didukung oleh semua jajarannya, akhirnya ia mampu mengumpulkan dana zakat sebanyak Rp3,7 miliar di tahun 2017. Kemudian di tahun 2018 kembali meningkat sampai Rp5,8 miliar. Selanjutnya di tahun 2019 bertambah menjadi Rp8,8 miliar dan terakhir di tahun 2020 sebesar Rp11,8 miliar.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Rd. Aas memegang 5 (lima) filosofi pribadi dalam bekerja secara profesional, yaitu: komitmen, integritas, semangat, inovasi, dan konsisten.

Selain mampu meningkatkan pendapatan dari muzaki, Rd. Aas pun berpikir kreatif dengan membuat berbagai program untuk menyalurkan zakat yang dikelolanya, di antaranya yaitu: Pertama, Program Garut Cerdas, Kedua, Garut Taqwa, ketiga, Garut Sehat, keempat, Garut Peduli, kelima, Garut Makmur.

Selain dengan program tersebut, BAZNAS Garut melakukan proses pembayaran zakat secara online khususnys melalui QRIS/barcode. 

Sebagai bentuk pertanggungjawabannya, BAZNAS Garut diikutsertakan audit oleh akuntan publik dan akuntan syari’ah. Dari keseluruhan audit tersebut sejak tahun 2017-2020, BAZNAS Garut mendapatkan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Hal tersebut menunjukkan bahwa profesionalitas kader NU harus mampu memberikan manfaat baik bagi warga NU maupun masyarakat yang benar-benar membutuhkan dengan wasilah menjadi ketua BAZNAS maupun menjadi pengampu kebijakan di bidang lain yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Pewarta: Muhamamd Salim
Editor: Abdullah Alawi