Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka PWNU Download

Poin Penting Rapat Perdana Panitia Konferwil XVIII PWNU Jabar

Poin Penting Rapat Perdana Panitia Konferwil XVIII PWNU Jabar
KH Abubakar Sidik saat memberikan arahan kepada panitia Konferwil ke XVIII di Kantor PWNU Jawa Barat, Sabtu (4/9).
KH Abubakar Sidik saat memberikan arahan kepada panitia Konferwil ke XVIII di Kantor PWNU Jawa Barat, Sabtu (4/9).

Bandung, NU Online Jabar

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat menggelar rapat perdana untuk mempersiapkan agenda Konferensi Wilayah (Konferwil) ke XVIII, di Kantor PWNU Jabar, Sabtu (3/9). Kegiatan tersebut dilakukan secara luring dan daring melalui aplikasi virtual Zoom Meeting.

Ketua Pelaksana Konferwil ke XVIII KH Abu Bakar Sidik menjelaskan, rapat tersebut membahas terkait pengukuhan kepanitiaan sekaligus mempersiapkan hal-hal teknis untuk kebutuhan nanti.

"Tapi yang terpenting itu materi-materi dari konferwil itu,"jelasnya.

Kiai yang akrab disapa Kang Bakang itu juga mengungkapkan, persiapan tersebut Insya allah akan selesai pada akhir bulan ini.

"Tempat di hotel, cuman untuk hotel mana belum, dan tapi yang jelas di Kota Bandung," ungkapnya.

Ia menilai, penyelenggaraan konferwil tersebut mestinya dilaksanakan dipesantren sesuai dengan platform NU. Namun karena kondisi darurat, sehingga diputuskan untuk tidak dipesantren.

"Dan untuk waktunya masih tetap dilaksnakan tanggal 30-31 Oktober," tutur Kang Bakang.

Dalam kesempatan yang sama, tema Konferwil kali ini yaitu Kemandirian NU untuk Kemaslahatan Umat.

"NU itu harus jadi organisasi yang mandiri, dia harus mencari secara mandiri, tidak membebani orang banyak, dan kemandirian itu bukan untuk memperkaya NU, bukan untuk memperkaya pribadi-pribadi pengurus, tapi kemandirian NU itu untuk kemashlahatan umat," tegasnya selaku Wakil Ketua PWNU Jawa Barat tersebut.

Pokoknya, sambungnya, kita itu khidmat kepada umat. Akan tetapi, khidmat kepada umatnya kan baru terasa kalo kita sudah mandiri, baik secara metodologi, manhaji, dan lain sebagainya, sehingga NU memiliki platform tersendiri yang memang mandiri dan sudah menjadi ciri khas NU.

"Masalah kemandirian itu bukan hanya soal duit ya, bukan hanya soal ekonomi. NU itu ya mandiri dalam segala hal, tapi memang dalam konteks keumatan, umat berharap kita mandiri juga secara ekonomi, karena itu NU akan berusaha bagaimana menghubungkan masyarakat dengan stakeholder, dan yang lain-lain," tambahnya.

Ia berharap, semoga dengan cara-cara tersebut bisa menghubungkan masyarakat dengan stakeholder yang dibutuhkan.

""Kemandirian itu penting sekali. Dalam fikih, kemandirian itu melahirkan hurriyyah atau kemerdekaan. Hanya orang yang merdeka yang bisa bermuamalah," pungkas Kang Bakang

Pewarta: Muhammad Rizqy Fauzi