Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka PWNU Download

Perihal Ghosting Menurut Habib Ja’far al-Hadar 

Perihal Ghosting Menurut Habib Ja’far al-Hadar 
Habib Ja’far Al Hadar (Foto: NU Online, dok istimewa)
Habib Ja’far Al Hadar (Foto: NU Online, dok istimewa)

Bandung, NU Online Jabar 
Fenomena bahasa dan istilah baru akhir-akhir ini menjadi sesuatu yang sering kita dengar khususnya di kalangan anak muda. Seperti kata ghosting misalnya, yang menjadi istilah paling banyak dicari di mesin pencarian Google Indonesia. 

Kata ghosting berasal dari bahasa Inggris yang memilik arti bayangan. Di Indonesia, istilah ghosting dipahami ketika seseorang memutuskan komunikasi secara sepihak tanpa penjelasan apapun. Namun, bagaimana ghosting dalam pandangan Islam? 

Habib Ja’far al-Hadar dalam sebuah acara di salah satu televisi swasta pada Senin (06/09/2021) ketika ditanya perihal ghosting dalam pandangan Islam, ia menjawab bahwa Allah SWT telah berfirman dalam surat an-Nur ayat 21:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَإِنَّهُۥ يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar.”

“Jadi nge-ghosting berarti nyetanin tuh, artinya nge-ghosting kalo dari segi bahasakan berarti melakukan tindakan seperti setan, tiba-tiba menghilang. Nah, itukan kelakuannya setan, maka kelakuannya setan jangan pernah diikuti,” ujar Habib.  

Tiba-tiba menghilang, lanjut Habib, paling tidak memenuhi tiga ciri yang disebutkan oleh nabi dalam salah satu hadits dari ciri-ciri orang yang munafik. 

“Nah kitakan nggak tau nih orang ini beneran munafik atau nggak, yang tau cuman Allah. Karena munafik itukan antara hati dan ucapannya berbeda. Ngucapnya ke kanan hatinya ke kiri, janjinya ini nggak taunya itu,” lanjut Habib. 

Habib kemudian menjelaskan ciri-ciri dari orang munafik, bahwa ada tiga ciri tanda orang munafik dalam salah satu hadits nabi. Pertama, bahwa ketika berbicara ia berbohong. Kedua, ketika berjanji ia tidak menepati. Ketiga, ketika ia diberi amanah ia tidak menunaikannya. 

Lebih lanjut Habib Ja’far menjelaskan bahwa kata Nabi, orang munafik dengan ciri tersebut tidak bisa dinasehati. “Karena mungkin ketika dinasehati mereka bilang iya, iya, iya tiba-tiba ia bohong, karena munafik dia,” kata Habib. 

Habib Ja’far menjelaskan, walaupun itu ada sebabnya tetap harus tidak dengan cara meng-ghosting. Ketika itu di luar dari harapan, maka ada baiknya apa yang dimulai dengan baik=baik maka harus diakhiri dengan baik-baik. 

“Jadi jangan melakukan sesuatu yang kamu nggak mau orang lain melakukan itu kepada dirimu atau kepada orang-orang yang kamu cintai, karena segala sesuatu sebesar biji dzarrah kata Al-Qur’an itu pasti akan dibalas oleh Allah” ujar Habib. 

Pewarta: Agung Gumelar
Sumber:
Youtube Netmediatama