Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka PWNU Download

PCNU Kabupaten Tasikmalaya: Santri Sampaikan Aspirasi dengan Cara Santun

PCNU Kabupaten Tasikmalaya: Santri Sampaikan Aspirasi dengan Cara Santun
Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam
Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam

Tasikmalaya, NU Online Jabar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan pendapatnya atas perusakan mobil polisi yang dilakukan oknum yang mengatasnamakan santri yang terjadi di kantor kejaksaan Kabupaten Tasikmalaya, Senin (12/7). 

Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam mengatakan, unjuk rasa yang berakhir anarkis itu bukan dilakukan oleh santri, melainkan oleh oknum santri. 

"PCNU Kabupaten Tasikmalaya mendukung penegak hukum untuk menetralisir mana santri dan bukan santrinya," katanya. 

Ia menilai bahwa santri punya caranya sendiri ketika menyampaikan aspirasi yakni dengan sopan santun dan tata krama yang baik.

"Kalau santri itu seharusnya jika ada sesuatu yang akan diusulkan harus penuh dengan kesopanan dan tata krama yang baik," ujarnya.

ia juga mengatakan bahwa PCNU Kabupaten Tasikmalaya mendukung upaya-upaya aparatur negara dalam menegakkan hukum.

Selain itu, ia juga menghimbau kepada pondok pesantren-pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya untuk tetap tenang dan tidak ikut aksi turun ke jalan.

"Menghimbau kepada pondok pesantren agar tetep tenang dan tidak mengikuti aksi turun ke jalan," pungkas beliau.

Untuk diketahui, beredar sebuah video aksi perusakan mobil aparat polisi yang dilakukan oleh massa aksi pengunjuk rasa pembebasan Habieb Riezieq Shihab di Kantor Kejaksaan Kabupaten Tasikmalaya, Senin (12/7).

Dilansir suarajabar.id polisi telah mengamankan sebanyak 31 orang yang diduga pelaku perusakan mobil polisi. 

Berdasarkan keterangan Kepala Satreskrim Polres Tasikmalaya, AKP Hario Prasetyo Seno sebagian besar pelaku adalah pengangguran, anak punk, dan ada anak genk motor.

Namun, Identitas massa aksi tersebut tidak tampak karena dari pakaian yang mereka gunakan menggambarkan busana muslim, seperti peci dan sarung.

Pewarta: Sahal Lutfi 
Editor: Agung Gumelar