Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

Olib Yahya : Habaib, Kiai Muda Cum Banser yang Membumi

Olib Yahya : Habaib, Kiai Muda Cum Banser yang Membumi
Habib Olib Yahya (Dok. FB Olib Yahya)
Habib Olib Yahya (Dok. FB Olib Yahya)

Bandung, NU Online Jabar.

Habib Syarif Ahmad Tholib Bin Hud Bin Yahya, nama yang masih terdengar asing bagi kebanyakan, termasuk di kalangan kader Ansor sendiri hanya orang-orang dan kader Ansor Cirebon yang tahu. Tidak mengherankan karena dia lebih memilih panggung perkhidmatan yang jauh dari sorot lampu dan kamera meskipun dengan nasab dan jamaah yang diwarisi sangat mungkin baginya untuk selalu ada di bawah sorot lampu dan kamera.

Dari sisi keilmuan, Kiai muda ini tidak usah diragukan. Pemuda kelahiran Cirebon, 28 April 1977, setelah menempuh pendidikan dasar dan Madrasah tsanawiyah di Babakan, SMA di Malang lalu kuliah Universitas Tribakti Kediri dan melanjutkan magister di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dia juga berguru ke banyak kiai besar seperti KH Sahal Mahfud, Kajen Pati,  Mbah Dim Kaliwungu Kendal, Habib Muh, Jagasatru, KH Mustahdi, Winong, KH Maemun Zubair Sarang. Abuya Dimyati Banten. KH Masduqi Babakan, KH Idris Marzuqi, KH Kafabihi, serta Kyai Anwar, Lirboyo Kediri.

Kini, Bib Olib, demikian biasa dipanggil, mendapat amanat mengorganisir, menjaga, dan mendidik Banser Kabupaten Cirebon dengan posisi barunya sebagai Kepala Satuan Koordinasi Cabang, Kasatkorcab, Banser Kabupaten Cirebon 2020 – 2024.

Banser, dia meyakini, adalah organisasi kader dengan jenjang pendidikan, pelatihan yang terstruktur, berjenjang, rapi dan terbuka untuk siapa saja yang memenuhi syarat dan siap mengikuti kaderisasi.

“Banser itu organisasi kader, yang tidak pernah mengikuti pengkaderan sesuai aturan jangan berharap menjadi Banser resmi, tidak peduli meski dia anaknya kiai atau wali sekalipun,” tulis Bib Olib di halaman Facebooknya.

Keyakinan ini dia jalani dengan mengikuti semua jenjang kaderisasi mulai dari kaderisasi Ansor seperti Pelatihan Kepemimpinan Dasar, PKD, Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan, PKL, hingga Pelatihan Kepemimpinan Nasional, PKN. 

Di Banser dia masuk dengan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar, Diklatsar Banser, hingga Kursus Banser Lanjutan, Susbalan Banser.

Bib Olib juga tercatat sudah mengikuti kaderisasi instruktur Ansor dengan mengikuti Latihan Instruktur I angkatan pertama di Cipulus Purwakarta.

Untuk ukuran seorang habaib dengan pesantren besar, mudah saja kalau dia ingin berbaju Banser bahkan memaksakan diri jari instruktur di Pelatihan-pelatihan. Tapi dia memilih mengikuti proses, berbaur dengan siapapun peserta pelatihan tanpa pernah absen materi-materi pelatihan.

Kerendahhatian pemuda yang juga menjadi pengajar di salah satu kampus swasta Cirebon, dan kepala Pondok Pesantren Raudlatul Banat, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, terekam dalam pengakuan salah satu pengurus PW GP Ansor Jawa Barat yang juga menjadi instrutur di Latihan Instruktur I angkatan pertama, Ayik.

“Bib Olib, dengan segala kelebihannya, sangat tawadlu, tidak banyak bicara, kelihatan terbiasa dengan kesederhanaan seperti tidur  rame-rame beralas seadanya saat pelatihan, selalu ada dalam setiap sesi kelas,” ujarnya.

Berbahagialah Banser Kabupaten Cirebon yang mendapatkan Kasatkorcab yang sederhana dan mau bergaul dengan siapa saja, meskipun kalau mau pamer dan gagah-gagahan sangat mungkin dia lakukan.

Seperti yang tertulis di dinding Facebook Olib Yahya, “pamer boleh saja, asal jangan keseringan, kasihan jamaahmu. Kamunya pamer kemewahan, jamaahmu akrab dengan kekurangan-penderitaan," seperti itu juga yang dia jalankan.

Penulis : Riki Rasi Sonia
Editor    : Muhyiddin