Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

Ngaos Sore (1): Puasa Ibadah Milik Allah

Ngaos Sore (1): Puasa Ibadah Milik Allah
Ilustrasi: NU Online
Ilustrasi: NU Online

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kemuliaan yang di dalamnya terhampar rahmat, ampunan, berkah, serta pembebasan dari api neraka bagi mereka yang sungguh-sungguh di dalam menapaki bulan suci Ramadhan ini. 

Ustadz Endi Suhendi pada acara Ngaos Sore yang tayang di kanal YouTube NU Jabar Channel menjelaskan, keistimewaan bulan Ramadhan tercermin dalam satu Hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Allah swt berfirman:

كل عمل ابن آدم له إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به 

“Setiap amalan anak adam itu adalah miliknya kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu milikku dan aku sendiri yang akan memberikan pahalanya”. (HR. Imam Bukhari)

Penegasan Allah swt yang menyatakan puasa adalah segala milik-Nya dan Dia sendiri yang akan memberikan ganjarannya sebagai bukti bahwa ibadah puasa adalah ibadah yang spesial sehingga Allah swt menunjukkan kedekatannya antara ibadah puasa dan Allah swt. 

Karena keistimewaan Ramadhan ini pula menjadikan Rasulullah saw sejak bulan Rajab, beliau menunjukkan kerinduannya kepada Ramadhan melalui lantunan doa:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

 “Ya Allah berkahilah aku di bulan Rajab, bulan Sya’ban, dan sampaikan aku ke bulan Ramadhan”.
Dalam lantunan doa ini Rasulullah saw tidak hanya memohon keberkahan di bulan Rajab, memohon keberkahan di bulan Sya’ban. Akan tetapi, Rasulullah saw memohon kepada Allah agar dipanjangkan umurnya sehingga sampai kepada bulan Ramadhan.

Ini menunjukkan bahwa Rasulullah saw menjadikan Ramadhan sebagai bulan yang selalu dirindukan dan selalu dinanti-nantikan kehadirannya.

Alhamdulillah, hari ini kita dipertemukan oleh Allah dengan bulan Ramadhan yang tentunya kita semua selalu menantikan kehadiran Ramadhan, kita semua selalu merindukan kehadiran Ramadhan. lantas apa yang harus kita lakukan ketika Allah swt mengabulkan doa-doa kita agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan?

Maka tentunya kita harus benar-benar dan bersungguh-sungguh dalam mengisi bulan Ramadhan, kita berusaha untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah di bulan Ramadhan. Jangan sampai kita hanya menjadi orang yang berdusta, jangan sampai kita hanya menjadi orang yang berpura-pura rindu dengan Ramadhan, jangan sampai kita hanya berpura-pura menanti Ramadhan tetapi ketika Ramadhan tiba, kita hanya acuh tak acuh dengan Ramadhan dan tidak ada peningkatan kualitas dan kuantitas dari ibadah kita.

Semoga Allah swt memberikan taufik, hidayah, dan inayah kepada kita semua sehingga kita diberikan kekuatan oleh Allah swt untuk dapat mengisi Ramadhan dengan ibadah-ibadah dan amal saleh sehingga kita memperoleh kedudukan dan kemuliaan yang tinggi di hadapan Allah swt melalui ibadah puasa yakni menjadi orang-orang yang bertakwa. Semoga bermanfaat

Penulis: Agung Gumelar
Editor: Abdullah Alawi