Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

Nahdlatul Ulama dan Jaringan Pesantren

Nahdlatul Ulama dan Jaringan Pesantren
Ilustrasi (NU Online)
Ilustrasi (NU Online)

Oleh Zainaldi Zainal              
Tanggal 31 Januari 2021 ini, Nahdlatul Ulama (NU) genap berusia 95 tahun. Usia yang cukup panjang. Namun, sebagai organisasi NU lebih muda jika dibandingkan dengan Muhammadiyah yang berdiri pada tahun 1912. Apalagi jika dibandingkan dengan Syarikat Islam (SI) yang berdiri pada tahun 1905. 

Ketika Ahmad Dahlan alias Muhammad Darwis mendirikan Muhammadiyah, tentu belum punya pengikut atau jamaah. Jadi, Muhammadiyah dibentuk dulu organisasinya baru kemudian membangun jaringan jamaah melalui kegiatan pendidikan an sosial. 

Jauh sebelum NU berdiri, di pulau Jawa sudah ada ratusan lembaga-lembaga pendidikan dengan model kepesantrenan. Karena ada banyak pesantren tentu hubungan silaturrahim, kekerabatan, persaudaraan antar kiai pengasuh pesantren terbangun sedemikian rupa. Apalagi banyak contoh hubungan antar kiai menjadi lebih solid karena perjodohan antarkeluarga pesantren. 

Akhirnya kekuatan pesantren yang sedemikian solid itu menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa karena menjadi "paku bumi" yang tersebar dengan tujuan yang sama: menyebarkan ilmu pengetahuan, mencerdaskan umat dan menjaga tradisi. 

Ketika NU berdiri pada tahun 1926 kekuatan dan potensi pesantren itu secara otomatis menjadi bagian dari jam'iyyah NU. Jadi, organisasi nya berdiri tetapi jaringan sudah terbangun sebelum organisasinya ada. 

Itulah bedanya NU dan Muhammadiyah. Beda lagi dengan SI. Ketika berdiri corak gerakannya politik dan tidak pernah menyentuh urusan pendidikan dan sosial jangan aneh kalau SI semakin tergerus oleh perkembangan jaman, sehingga pengaruhnya di masyarakat terus berkurang dari waktu kewaktu. 

Pada usianya yang ke 95 pada tahun ini NU akan tetap ajeg berdiri membawa missinya ; Mencerdaskan bangsa dan tetap menjaga keutuhan negeri.