Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

MWCNU Bekasi Utara Gelar Madrasah Amil

MWCNU Bekasi Utara Gelar Madrasah Amil
Ketua LAZISNU Kota Bekasi KH Muiz Ali Murtadho memberikan materi pengelolaan ZIS di Bekasi Utara. (Foto: NU Online?Jabar/Syamsul Badri Islamy)
Ketua LAZISNU Kota Bekasi KH Muiz Ali Murtadho memberikan materi pengelolaan ZIS di Bekasi Utara. (Foto: NU Online?Jabar/Syamsul Badri Islamy)

Kota Bekasi, NU Online Jabar
Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bekasi Utara menggelar Madrasah Amil NU Care-LAZISNU, Minggu (29/11). Juga dilakukan pelantikan Unit Pengelola Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Bekasi Utara. Kagiatan berlangsung di sekretariat MWCNU Bekasi Utara, Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Hadir membuka kegiatan, Ketua PCNU Kota Bekasi KH Madinah HL. 

Pelatihan tersebut diikuti 20 orang yang berasal dari enam kelurahan: Harapan Baru, Harapan Jaya, Kaliabang Tengah, Marga Mulya, Perwira, dan Teluk Pucung. Masing-masing delegasi nanti akan menjalankan program LAZISNU Kota Bekasi di tingkat ranting.

“Ini adalah tindak lanjut dari Madrasah Amil LAZISNU Kota Bekasi 27 Juni lalu,” ujar Ketua MWCNU Bekasi Utara Ustadz Moch. Nurcholik. “Dari Bekasi Utara waktu itu mengirim dua peserta. Hasil dari program itu kaleng koin NU terkumpul dana 5-6 juta rupiah sebulan. Dari dua penggerak saja bisa menghasilkan segitu, apalagi ini ada 20 penggerak. Insya Allah akan lebih besar,” lanjutnya.

Ketua NU Care-LAZISNU Kota Bekasi KH. Muiz Ali Murtadho mengatakan, pihaknya mengapresiasi MWCNU Bekasi Utara yang pertama kali mengadakan Madrasah Amil di tingkat kecamatan.  

“Ibarat pohon, NU harus menjadi pohon yang subur. Pohon yang subur dicirikan dengan akarnya yang kuat menghujam ke bawah dan cabangnya rindang menjulang ke langit, sebagaimana disebutkan dalam surat Ibrahim ayat 24. Jangan sampai menjadi pohon yang rapuh, yang mudah roboh, sebagaimana, seperti dijelaskan dalam surat Ibrahim ayat 26,” papar Kiai Muiz.

Pohon yang rindang, jelas Kiai Muiz, bisa meneduhkan sekelilingnya. Begitu pula mata air yang mengalir ke sawah. 

“NU itu mata airnya, masyarakat itu sawahnya. Artinya, dengan satu khidmat, NU kuat dan pada akhirnya maslahat bagi umat. Dengan begitu, insya Allah kita akan semakin bermartabat,” tegas Kiai Muiz.

Selain penguatan pengelolaan zakat, kegiatan Madrasah Amil ini juga diisi dengan materi ke-NU-an yang disampaikan oleh Sekretaris PCNU Kota Bekasi Ustadz Ayi Nurdin. 

Pewarta: Syamsul Badri Islamy
Editor: Iip Yahya