Muslimat NU Jawa Barat Miliki Inkubator dan Fototerapi Bayi yang Bisa Digunakan secara Gratis

PCINU Arab Saudi Harap Menaker Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran
Bayi di inkubator Muslimat NU di daerah Kabupaten Bogor (Foto: NU Online Jabar)
Bayi di inkubator Muslimat NU di daerah Kabupaten Bogor (Foto: NU Online Jabar)

Bandung, NU Online Jabar 
Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Barat mendapatkan 6 inkubator dan fototerapi dari Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU Pusat. Alat yang berfungsi untuk bayi yang yang berkebutuhan khusus tersebut kemudian dikelola dan didistribusikan ke beberapa cabang Muslimat NU. 

Sekretaris PW Muslimat NU Jawa Barat Hj. Nani Muharomah mengatakan 6 paket inkubator dan fototerapi diserahkan kepada 2 untuk Muslimat NU Kabupaten Bogor, 1 Muslimat NU Kota Banjar, 1 Muslimat NU Kabupaten Tasikmalaya, 1 Muslimat NU Garut, dan 1 untuk Muslimat NU Kabupaten Bandung.

Hajah Nani berharap, ke depan setiap cabang Muslimat NU di Jawa Barat, minimal memiliki satu alat tersebut. Bahkan kalau bisa lebih banyak lagi.

“Inkubator dan fototerapi ini dipinjamkan kepada nasyarakat secara cuma-cuma,” kata ustadzah dari Pondok Pesantren Sirnamiskin Kota Bandung ini, Rabu (14/10).   

Dalam penulusuran NU Online Jabar di beberapa konten berita daring, harga penggunaan inkubator bayi tersebut bisa mencapai 2 sampai 2,5 juta per hari. Sementara bayi membutuhkan alat itu bisa berhari-hari. 

Program ini, kata Hajah Nani adalah upaya Muslimat NU untuk membantu masyarakat yang membutuhkan inkubator bagi mereka yang memiliki bayi dengan berat badan rendah. 

“Bayi yang seperti itu, ketika pulang ke rumah membutuhkan inkubator, karena kalau terus dirawat di rumah sakit atau klinik, membutuhkan biaya yang besar, sementara kemampuan ekonomi masyarakat sangat terbatas. Karena itu inkubator ini disimpan atau dipinjamkan di rumah orang tua pasien bayi yang bersangkutan. 

Adapun, lanjut Hajah Nani, lamanya peminjaman alat tersebut sampai berat bayi mencapai 2,7 kg atau bayi sudah merasa tidak betah di dalam inkubator. 

“Sedangkan fototerapi diperuntukkan bagi bayi yang mengalami kuning atau bilirubinnya mengalami kenaikan sehingga perlu fototerapi,” katanya.  

Kedua alat ini, sambungnya, disimpan di relawan. Bagi masyarakat yang memerlukan, tinggal menghubungi relawan tersebut atau bisa diambil oleh orang tua bayi. 

“Relawan akan menjelaskan cara penggunaannya, karena inkubator dan fototerapi ini dirancang sangat mudah dipahami oleh masyarakat dan tidak memerlukan atau menghabiskan daya listrik yang besar. Inkubator ini dirancang hanya memerlukan listrik sebesar 50 watt  sehingga masyarakat yang daya listriknya hanya 450 saja bisa menggunakan inkubator atau fototerapi ini,” jelasnya.  

Ia berharap, dengan adanya inkubator dan fototerapi secara cuma-cuma ini dapat membantu masyarakat sehingga dapat menekan angka kematian bayi khususnya di Jawa Barat.

Pewarta: Abdullah Alawi