Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

Menteri Agama RI Akui ‘Agama sebagai Inspirasi, Bukan Aspirasi’ Berasal dari Ketum PBNU

Menteri Agama RI Akui ‘Agama sebagai Inspirasi, Bukan Aspirasi’ Berasal dari Ketum PBNU
Menteri Agama (Menag) H Yaqut Cholil Qoumas (tengah) bersama Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj (kanan) (Foto: Yaqut Cholil Qoumas @YaqutCQoumas)
Menteri Agama (Menag) H Yaqut Cholil Qoumas (tengah) bersama Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj (kanan) (Foto: Yaqut Cholil Qoumas @YaqutCQoumas)

Bandung, NU Online Jabar 
Menteri Agama (Menag) H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) saat sambutan pertamanya ketika ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Agama Republik Indonesia mengatakan ‘agama sebagai inspirasi bukan aspirasi’.

Ia mengaku, perkataanya tersebut dikutip dari kalimat judul buku Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yakni Tasawuf Sebagai Kritik Sosial: Mengedepankan Islam sebagai Inspirasi, Bukan Aspirasi, yang diterbitkan pada tahun 2006. 

Dilansir dari NU Online dengan judul Agama sebagai Inspirasi, Menag Yaqut: Itu Saya Kutip dari Kiai Said, Selasa (26/1), hal itu diakui langsung oleh Gus Yaqut pada saat kunjungan silaturrahminya ke kantor Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, pada Selasa (26/1).

“Pada saat menerima amanat dari Presiden Joko Widodo, satu-satunya kiai yang saya ingat hanya Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj,” katanya. 

Bahkan, ia melanjutkan, dirinya mengaku tidak mengingat sang kakek KH Bisri Mustofa dan ayahnya KH Cholil Bisri.

“Oleh karena itu di awal sambutan saya ketika diminta untuk menyampaikan sambutan, yang saya kutip pernyataannya Kiai Said Aqil Siroj bahwa agama itu adalah inspirasi bukan aspirasi,” terang Gus Yaqut. “Kalimat dari bukunya Kiai Said itu yang saya kutip karena saya tidak membayangkan yang lain,” Sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kiai Said mengatakan di luar negeri itu tidak ada Kementerian Agama. Yang, Kementerian Haji dan Wakaf. Karena agama tidak layak didepartemenkan. Agama itu kewajiban raja, presiden, sampai menteri-menterinya juga wajib memperjuangkan agama.  

Lebih lanjut Kiai Said menegaskan, agama adalah amanah bagi semua orang. Dari presiden hingga rakyat di akar rumput menjadi kewajiban untuk menjaga dan mendakwahkan agama, sehingga tidak perlu dibuat lembaga atau didepartemenkan. 

Pewarta: Agung Gumelar
Editor: Abdullah Alawi