Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

Melalui BLK Komunitas Wakil Presiden Harapkan Pesantren Melahirkan Gus Jiwan

Melalui BLK Komunitas Wakil Presiden Harapkan Pesantren Melahirkan Gus Jiwan
Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin (Foto: NU Online Jabar)
Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin (Foto: NU Online Jabar)

Tasikmalaya, NU Online Jabar
Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin berharap melalui pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas 
seluruh pondok pesantren dapat melahirkan seorang wirausahawan dari kalangan santri yang bagus dan pinter ngaji  yang ia singkat dengan Gus Jiwan.

Harapan itu beliau sampaikan pada acara Rembuk Nasional Vokasi dan Kewirausahaan, serta Peresmian BLK Komunitas Tahun 2021 di Pondok Pesantren Cipasung Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (8/7).

Ia mengatakan bahwa sudah dari dulu pesantren sebagai pusat  pencetak para mutafaqqih fiddin (mengerti dalam ilmu agama), namun selain dari itu harapnya pesantren bisa menjadi pusat pemberdayaan keterampilan dan kewirausahaan.

"Saat ini kami harap pesantren-pesantren bisa melahirkan Gus Jiwan. apa itu Gus Jiwan? santri bagus pinter ngaji dan usahawan," tuturnya.

Beliau juga melanjutkan dengan mengutip kata-kata Sayyidina Umar bin Al Khattab:

إنِّي أَكْرَهُ الرَّجُلَ أَنْ أَرَاهُ يَمْشِي سُبَهْلِلًا أَيْ : لَا فِي أَمْرِ الدُّنْيَا ، وَلَا فِي أَمْرِ آخِرَةٍ .

“Aku tidak suka melihat seseorang yang nganggur tanpa peduli penghidupan dunianya dan tidak pula sibuk dengan urusan akhiratnya.”

"Orang yang Subahil (malas) itu dibenci, itu kata sayyidina Umar. Karena itu, kami tidak ingin santri bahkan masyarakat yang nganggur. Semuanya bekerja li dunyahu untuk dunianya au li akhiratihi atau untuk agamanya," jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa grafik pengangguran di Indonesia masih relatif tinggi, sementara daya saing ketenagakerjaannya masih rendah.

"Data bulan Februari 2021 menunjukkan bahwa terdapat 19,1 juta tenaga kerja yang terdampak pandemi. Oleh karenanya, somasi kebijakan pemerintah yang memangku berbagai kepentingan, sangat dibutuhkan. Agar tenaga kerja nasional dapat tetap eksis dan ikut berperan di era persaingan global yang ketat ini," pungkasnya.

Pewarta: Ilham Abdul Jabar
Editor: Agung Gumelar