Langkah-langkah Supendi Samian untuk Kemajuan STIDKI NU Indramayu

PCINU Arab Saudi Harap Menaker Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran
Ketua STIDKI NU, Supendi Samian (Foto: NU Online Jabar/Iing Rohimin)
Ketua STIDKI NU, Supendi Samian (Foto: NU Online Jabar/Iing Rohimin)

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Indramayu pada periode ketiga kepemimpinan KH Juhadi Muhammad tepatnya pada tahun 2017 yang lalu berhasil mendirikan perguruan tinggi, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Nahdlatul Ulama (STIDKI NU).

Kehadiran STIDKI NU di Indramayu disambut positif oleh Nahdliyin dan terbukti pada awal pembukaan perkuliahan tahun 2017 yang lalu, tercatat sebanyak 250 orang calon mahasiswa mendaftarkan diri dan kini setelah tiga tahun berjalan, perguruan tinggi milik PCNU Indramayu tersebut sudah ada 800an orang mahasiswa-mahasiswi yang terbagi dalam empat program studi, yakni Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Menajemen Dakwah (MD), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), dan Bimbingan Konseling Islam (BKI). 

Meski baru tiga tahun berjalan, namun perguruan tinggi yang menggelar perkuliahan di kampus yang berada di kantor PCNU Indramayu, Jalan Gatot Subroto No. 09 Indramayu itu, telah menorehkan berbagai keberhasilan termasuk mampu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik di dalam negeri maupun luar negeri, hal itu tentu tidak lepas dari sentuhan tangan dingin seorang rektor atau Ketua STIDKI NU, Supendi Samian.

Supendi Samian memang bukanlah rektor pertama yang memimpin STIDKINU. Dirinya menggantikan rektor sebelumnya dan diangkat secara resmi oleh PCNU Indramayu pada 1 Juli 2020 kemudian di SK kan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan SK Nomor: 527/A.II.04.d/07/2020. 

Sejak awal pendirian STIDKI NU Indramayu, Supendi Samian telah aktif menjadi dosen dan banyak membantu pengembangan perguruan tinggi kebanggan Nahdliyin Indramayu tersebut. Pria kelahiran Indramayu, 09 Januari 1972 itu dipercaya untuk menjadi Ketua (Rektor) STIDKI NU mengingat pengalamannya yang telah malang melintang dalam dunia professional diantaranya pernah bekerja di Courtesy Desk PT. Wal Mart Super Center Lippo Karawaci Tangerang (1994 –1998), BPR Nusamba (2001-2005), PT. BPR Mitra Harmoni (2005-2007), Bank Danamon Indonesia (2007), PT. BPR KS (2007-2009), menjabat sebagai Branch Manager BTPN (2009-2014) dan menjabat sebagai Senior Manager di PT. BTPN (2017). 

Berbekal kemampuannya dalam bidang manajemen dan marketing itulah, akhirnya putera dari pasangan H. Samian dan Hj. Tursinah ini mulai menata STIDKI NU secara profesional, terbuka dan akuntabel, sehingga STIDKI NU menjadi perguruan tinggi yang paling baik administrasinya di antara perguruan tinggi Islam swasta lainnya di wilayah III Cirebon berdasarkan penilaian Kopertais Jabar.

Supendi Samian meraih gelar S1 dari Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Wiralodra (2001–2005) dan gelar S2 nya ia raih dari STIE ISM Jakarta (2018), sementara pendidikan nonformal yang pernah ditempuh oleh suami Erni Bt H. Mukhtar ini adalah: Employe Get Customer PT. BTPN, Tbk. (2016), Compaint Handing BTPN (2015), E-Learning MUR BTPN (2014), Leadership module for bravet manager UMK Learning resources, USA (2013), Supervisory skill Learning resources, USA (2011), ESQ Leadership training expert in corporate culture ESQ Center (2010) dan The 7 Habits of Highly effective people USA (2009).

“Menjadi Ketua STIDKI NU Indramayu sebenarnya sangat berat bagi saya, tetapi hal itu merupakan amanah yang harus saya emban, karena bagi saya titah dari kiai adalah sebuah berkah yang harus saya sambut dengan penuh tanggung jawab. Dengan bekal berbagai pendidikan dan pelatihan yang pernah saya ikuti tersebut, dibantu seluruh civitas akademika dan para tokoh NU serta doa restu dari kiai, maka saya mulai melakukan langkah-langkah terukur untuk membawa kemajuan bagi STIDKI NU Indramayu,” ungkap ayah dari dua orang anak ini, masing-masing bernama Zahratul Fuada Hujaemi dan As'ad Muzaffar.

Pria yang berdomisili di Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur ini juga pernah meraih berbagai penghargaan karena prestasi kerjanya di antaranya, Diamond Brand Singapore, Diamond Brand Thailand, Asosiate Diamond Brand Batam dan Singapore, Top Leader Multi Telent dan Top Leader Integritas. 

“Fokus pertama saya dalam upaya menggenjot kemajuan STIDKI NU Indramayu adalah perbaikan administrasi dan manajemen. Kemudian setelah itu baru masuk ke penyehatan keuangan, perbaikan sarana dan prasarana. Setelah semuanya mulai tertata dengan baik kemudian saya lanjutkan untuk peningkatan mutu dengan perekrutan dosen yang berkualitas, menciptakan iklim perkuliahan nyaman dan mampu meningkatkan kualitas keilmuan mahasiswa serta sekarang saya mulai fokus untuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, mulai dari sektor perbankan, pemerintah daerah dan pusat, perguruan tinggi ternama di Indonesia maupun di luar negeri bahkan saat ini kami sudah menjalin kerjasama dengan NGO baik nasional maupun internasional,” ujar Supendi Samian yang juga masih menjabat sebagai Wakil Ketua PCNU Indramayu.

Supendi Samian juga saat ini masih menjabat sebagai Pembina Himpunan Pengusaha Nahdlatul Ulama (HPN) Indramayu dan menjadi ketua Yayasan Pendidikan di Kandanghaur. Meskipun dirinya aktif di berbagai organisasi, pendidikan dan kemasyarakatan, namun dia sangat fokus dalam mewujudkan STIDKI NU menjadi perguruan tinggi yang maju dan berkualitas.

“Tekad kami adalah mampu mencetak sarjana yang inovatif, unggul serta berbudi pekerti luhur dengan karakter Ahlussunnah wal Jama’ah an-nahdliyah. Road maps untuk menuju hal itu sudah kami susun sedemikian rupa dan dengan tekad yang kuat dibarengi dengan ikhtiar yang optimal serta disempurnakan dengan doa, maka kami yakin cita-cita mulia tersebut akan terwujud. Tidak lupa kami juga senantiasa memohon dukungan, bantuan, kritik konstruktif dan saran dari semua pihak, khususnya para kiai dan pengurus NU di semua tingkatan untuk bersama-sama memajukan STIDKI NU Indramayu,” pungkas pria yang dikenal supel serta enerjik ini. 

Penulis: Iing Rohimin 
Editor: Abdullah Alawi