Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download
LIPSUS COVID-19

Korona Masih Ada, Wawali Bekasi Ingin NU Jadi Teladan

Korona Masih Ada, Wawali Bekasi Ingin NU Jadi Teladan
Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto. (Foto: koranbekasi.id)
Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto. (Foto: koranbekasi.id)

Kota Bekasi, NU Online Jabar 
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menginginkan agar PCNU Kota Bekasi mampu memberikan teladan dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19. Hal itu ia sampaikan dalam Webinar Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Kota Bekasi bertajuk “Corona Masih Ada”, Minggu (29/11).
Mas Tri, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dalam fase adaptasi tatanan kebiasaan baru ini, berhasil tidaknya kita menangkal COVID-19 tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat termasuk NU. Ia mengapresiasi upaya-upaya sosialisasi yang dilakukan NU secara intens.

“Usaha promotif untuk terus mematuhi protokol kesehatan melalui 3 M; mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, harus dioptimalkan. Di sisi pemerintah, kami membuat RW Siaga, yaitu zero COVID-19, zero criminal, dan ketahanan pangan. Juga memberikan Layanan Kesehatan Masyarakat (LKM),” ujarnya. 

Tokoh masyarakat terutama tokoh agama, menurut Tri, adalah yang paling dekat dengan umat. Yang paling mudah dijadikan teladan. 

“Apabila ulamanya, kiainya, ustadznya tidak menjalankan 3 M, maka bisa dipastikan jemaahnya juga tidak menaati protocol kesehatan,” tegas Tri.

Hal tersebut diamini dr. Ria Fithri Widhiarti dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Ria menyampaikan bahwa selama dua minggu terakhir kasus COVID-19 meningkat. Ria mengatakan upaya-upaya persuasif seperti arahan dan teladan dari tokoh masyarakat sangatlah penting dan dibutuhkan masyarakat.

Ketua Satgas NU Peduli COVID-19 Wildan Fathurrahman menambahkan, LKNU Kota Bekasi tak akan surut melakukan sosialisasi, baik bagi warga NU maupun masyarakat umum di Kota Bekasi. 

“Kegiatan yang dilakukan secara daring ini adalah bagian dari upaya LKNU memberikan contoh agar aktivitas warga NU tidak berkerumun,” jelas Wildan. 

Pewarta: Syamsul Badri Islamy
Editor: Iip Yahya