Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

Kontroversi Doa Buka Puasa 

Kontroversi Doa Buka Puasa 
anak laki-laki muslim (Foto/pixabay)
anak laki-laki muslim (Foto/pixabay)

Judul tulisan di atas menjadi tema pada acara Kajian Serial Puasa (Kasep) kedua yang diselenggarakan oleh Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Kabupaten Bekasi melalui kanal YouTubenya, @LBMNU Kab. Bekasi, Kamis (15/3), yang pada episode kali ini membahas tentang doa berbuka puasa antara Allahumma laka shumtu atau Dzahaba adz-Dzhoma, yang mana yang benar?

Ustadz H. Muhammad Ajib Divisi Identifikasi masalah Maudlu'iyah merujuk dalam kitab Fiqih madzhab Imam Syafi'i misal dalam kitab Hasyi'ah I'anatut Tholibin penjelasan kitab fathul mu'in karangan Syekh Ad-Dimiyati:

ويسن أن يقول عقب الفطر اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت و يزيد من أفطر بالماء ذهب الظماء وابتلت العروق وثبت الاجر
 إنشاء الله تعالى

“Jadi sebetulnya Kalau berbicara boleh atau tidak dalam berbuka puasa, maka doa apapun diperkenankan,” tuturnya.

Dalam kitab ini disunahkan membaca: 

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allahuma laka sumtu wa 'ala rizqika afthortu

Dalam riwayat lain ada juga tambahan redaksi:

بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Birahmatika Yaa Arhamar Rohimiin

Adapun bagi yang berbuka puasa dengan air maka dibolehkan ditambahkan dengan redaksi:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Dzahaba adz Dzhomma wab tallatil 'uruqu wa tsabatil ajru insya Allah

Lalu bagaimana dengan ungkapan di atas?

Ustadz H. Muhammad Ajib, juga menjelaskan, setelah dicek dalam beberapa kitab, misalnya kita ambil dalam kitab al-Adzkar karangan Imam Nawawi menyebutkan: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ dan ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ.

"Imam Nawawi dalam kitabnya mengungkapkan bahwa kedua hadits tersebut bermasalah, dhoif secara syarah, akan tetapi ada komentar dari pentakhih kitab Al Adzkar, Syekh Al Ankabut walaupun hadits allhuma laka shumtu dhoif banyak jalurnya sehingga satu dengan yg lain saling menguatkan sehingga Naik derajat menjadi hadits hasan dan sedangkan kita tahu bahwa hadits hasan bisa untuk diamalkan," tuturnya.

Begitu juga hadits Dzahaba adz Dzhomma, salah satu ulama dari kalangan salafi  Syaikh al-Khustaimin, beliau adalah seorang mufti Arab Saudi dalam kitabnya majmu'fatawa wa rasail al khusaimin menjelaskan:

وهذا لالحديثان وان كان فيه ضعف

"Maka menurutnya Kedua hadits tentang berbuka puasa, sama-sama dhoif, jadi bukan yang paling shohih Hadits ‘Dzahaba adz Dzhomma’ dan ini pengakuan salafi. Jadi tidak benar kalau ini shohih karena kedua duanya dhoif," ujarnya. 

لكن بعضه اهل العلم حسنا

Walakin ba'dhu ahlil ilmi hasanan

"Sebagian ulama yg lain juga mengatakan itu haditsnya hasan, artinya kalau mau mengatakan keduanya dhoif ya dhoif dan kalaupun ingin mengatakan hasan, maka keduanya pun Hasan, Sama derajatnya," tuturnya.

Oleh sebab itu, tidak masalah menggunakan Allahuma Laka Shumtu atau Dzahaba adz Dzhomma, bahkan dalam kitab Hasyiah I'anatuth Tholibin disunahkan menggunakan Kedua riwayat tersebut.

Penulis: Reesti MPPS
Editor: Agung Gumelar