Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka PWNU Download

KH Lukman Hakim Pencetus Metode ILHAMQU untuk Cepat Hafal Al-Qur’an (Bagian 7)

KH Lukman Hakim Pencetus Metode ILHAMQU untuk Cepat Hafal Al-Qur’an (Bagian 7)
KH Lukman Hakim, MA (Foto: NU Online Jabar)
KH Lukman Hakim, MA (Foto: NU Online Jabar)

Metode ILHAMQU yang dicetuskan oleh seorang ulama muda dan hafiz asal Kabupaten Cirebon, yaitu KH Lukman Hakim, memiliki berbagai keunggulan, selain mampu dengan mudah dan cepat bagi para calon hafidz dan hafizah untuk menghafal kitab suci, juga mampu mendatangkan kerianggembiraan dan memunculkan motivasi yang kuat karena mengetahui tujuh keajaiban dan  tujuh hambatan menghafal Al-Qur’an. 

Selain itu, menurut Kang Lukman, Belakangan ini muncul aneka metode menghafal al Qur’an. Hal ini patut disyukuri sebab gairah menghafal mendapat perhatian dengan bermunculannya ragam metode. Allah telah memberi keyword bahwa al Qur’an itu mudah untuk dihafal dalam QS. Al Qamar ayat 17. Ayat serupa diulang-ulang sebanyak empat kali. Pengulangan ini menandakan bahwa menghafal al Qur’an tak serumit yang dibayangkan.

“Dari sekian banyak metode yang ada, metode ILHAM menawarkan sekurang-kurangnya tiga keunggulan, yakni sebagai solusi menghafal al Qur’an, penguatan multiple-intelegensi, dan pembentukan karakter (character building basic),” tutur Ketua Program Sadesha Jawa Barat ini.

Ketiga keunggulan tersebut adalah, pertama,  solusi menghafal al Qur’an. Menghafal identik dengan individual focus yang menitikberatkan pada kecakapan dan kemandirian seseorang. Dulu, orang menghafal dalam kesendirian di tempat sunyi dan jauh dari kebisingan. Tujuannya jelas, ingin fokus tanpa gangguan. Dengan pola seperti ini, seorang penghafal dituntut menambah beban hafalan sekaligus menjaganya. Nyaris sendirian. Nah, problem ini ingin dicarikan solusi oleh metode ILHAM. Menghafal bareng-bareng dan ada interaksi antara pembimbing dan peserta didik. 

Kedua, memadukan multiple-intellegences Jika hari ini anda masih mengukur kecerdasan orang lain atau anak sendiri dengan angka-angka di raport maka saatnya anda merubah cara pandang ini. Howar Gardner memberi aneka kecerdasan yang disebut multiple-intellegences (kecerdasan majemuk). Ada orang yang dominan memiliki satu kercerdasan saja dan ada yang memiliki dua atau. Mengapa beragam? Bisa jadi, tanpa sadar kita melatih satu kecerdasan dari dulu hingga saat ini. Nah, melalui metode ILHAM, kecerdasan majemuk akan dikombinasi agar mulai tumbuh dalam diri kita,” jelasnya.

Sementara untuk keunggulan ketiga adalah character building basic, Sukses adalah ujung perjalanan yang mesti ditempuh seseorang. Banyak hal yang ditemukan di tengah perjalanan ini. Baik dan buruk. Senang dan sedih. Positif dan negatif adalah hal biasa yang dijumpai. Tanpa karakter kuat, mustahil ia bertahan sampai ujung perjalanan. Sukses sangat bergantung ada karakter dari ada kecerdasan. 

“Hal ini dibuktikan oleh Goleman. Dalam penelitiannya, kesuksesan seseorang ditentukan oleh kecerdasan emosi (EQ) sebesar 80% sedangkan kepintaran hanya 10-40% memberi pengaruh kesuksesan. Jadi, fokus metode ILHAM tidak hanya fokus pada target hafalan saja melainkan juga pembentukan karakter,” tegas Kang Lukman.

Metode Ilham dikenal dengan tujuh karakteristik, yaitu : 

1. Menghafal bisa kapan saja
Waktu spesial jadi senjata andalan para penghafal al Qur’an. Sebagian besar penghafal al Qur’an akan memilih waktu ‘keramat’ untuk menghafal. Pertimbangan utamanya adalah waktu yang menyuguhkan kesunyian dan jauh dari hiruk pikuk manusia. Repotnya, waktu seperti ini hanya tersedia saat orang-orang terlelap. Nah, dengan metode ILHAM semua waktu dapat dijadikan media mengahafal al Qur’an. Kapan pun.

2. Menghafal dengan mudah
Mudah versus sulit terletak pada cara belajar. Dewasa ini berkembang learn how to learn, belajar bagaimana caranya belajar. Sebab, pada dasarnya manusia dianugerahi Allah otak yang canggih. Maka, dalam metode ini dipadukan tujuh macam jenis kecerdasan. Masih ingat kan tentang multiple-intellegence di atas? Tujuh kecerdasan ini dipadupadankan sebagai metode menghafal sekaligus untuk mengaktivasinya.

3. Menghafal jadi menyenangkan
‘Membunuh’ kejenuhan saat menghafal dapat diatasi dengan menghadirkan variasi belajar. Selama ini cara kita menghafal didominasi oleh kecerdasan visual. Pandangan fokus pada materi hafalan. Praktis, mata dipaksakan menjadi satu-satunya media belajar. Metode ini tidak seperti itu. Tiga gaya belajar coba dikombinasi: audiotori, visual, dan kinestetik, sehingga menghafal akan lebih menyenangkan dan tidak monoton.

4. Santai tapi maksimal
Menghafal juga bisa dilakukan dengan santai tapi tetap serius. Kondisi ini baru bisa dicapai saat terjadinya proses rileksasi dalam proses menghafal. Bagaimana caranya? Metode ini menyuguhkan dua pola relaksasi dalam menghafal yaitu menggunakan terapi suara dan refleksi tangan.

5. Lebih bersemangat
Dulu, menghafal dilakukan sendiri-sendiri. Yang memiliki cc 1000 akan lebih cepat hafal dari pada yang lain. Tanpa disadari, pola ini menumbuhkan karakter individualistis yang tinggi. Oleh sebab itu, metode ini mengajak menghafal bersama-sama. Tujuannya, agar tumbuh kebersamaan dan hafalan yang terukur antar peserta didik. Selain itu, bareng-bareng menghafal dapat menjaga semangat bahkan lebih. Ngga ada loe, ngga rame!

6. Menghafal lebih mengasyikkan
Kenapa belajar terkesan tidak menarik? Bisa jadi karena suasana yang dibangun tidak menyenangkan. Metode ini mencoba membuat desain menghafal yang lebih menyenangkan dengan memasukkan game edukasi.

7. Hasil hafalan terukur
“Umumnya, hafalan yang bagus ditandai dengan mudahnya seorang penghafal al Qur’an membaca hafalannya. Hasil hafalan dengan menggunakan metode ini dapat diukur dengan pola melanjutkan ayat, menebak posisi ayat, bahkan mampu membaca ayat secara acak,” pungkas Kang Lukman.

Penulis: Iing Rohimin
Editor: Iip Yahya