KH Lukman Hakim Pencetus Metode ILHAMQU untuk Cepat Hafal Al-Qur’an (Bagian 4)

PCINU Arab Saudi Harap Menaker Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran
KH Lukman Hakim (Foto: NU Online Jabar)
KH Lukman Hakim (Foto: NU Online Jabar)

Metode ILHAMQU yang dicetuskan oleh seorang ulama muda dan hafiz asal Kabupaten Cirebon, yaitu KH Lukman Hakim. Metode itu memiliki berbagai keunggulan, selain mampu dengan mudah dan cepat bagi para calon hafiz dan hafizah (penghafal) untuk menghafal kitab suci, juga mampu mendatangkan kerianggembiraan dan memunculkan motivasi yang kuat karena mengetahui 7 keajaiban menghafal Al-Qur’an 

Menurut Kang Lukman, poin keenam dari 7 keajaiban menghafal Al-Qur’an adalah “Menggapai Prestasi”. 

“Anak berprestasi, siapa sih yang tidak mau? Fakta terbaru, menghafal al Qur’an mampu meningkatkan prestasi akademik seseorang. Tak mengherankan, jika banyak instansi mengganjar penghafal al Qur’an dengan beasiswa,” katanya. 

Fenomena ini, kata dia, menguatkan hasil riset bahwa penghafal Al-Qur’an memiliki IQ di atas rata-rata. Bahkan, sejumlah penelitian memaparkan data perkembangan IQ mereka yang berproses menghafal sebab IQ tidaklah stagnan melainkan terus berkembang. Selain meningkatkan IQ, ada nilai plus lainnya yang dimiliki penghafal al Qur’an. Mereka menampilkan pribadi yang baik, patuh, dan karakter lainnya,” Ungkap Kang Lukman. 

Sementara, poin terakhir dari 7 keajaiban menghafal Al-Qur’an adalah “Cara Sejati Berbakti”. Berbakti kepada orang tua memang diperintahkan oleh Allah, birrul walidain. Setiap orang tua di muka bumi ini mengharapkan bakti dari anak-anaknya kelak. Nah, 

“berbakti di sini adalah siklus dari kehidupan manusia. Anggap saja anda hari ini seorang anak yang diharapkan mau berbakti kepada orang tua, maka kelak saat anda menjadi orang tua akan mengharapkan hal yang sama,” jelasnya.

Anak yang berbakti, kata dia, merupakan idaman semua orang tua. Namun, tak banyak orang tua yang menyiapkan agar harapannya terwujud padahal investasi terbesar kita sebagai orang tua diarahkan sepenuhnya kepada anak. Ada investasi cerdas agar harapan itu menjadi nyata yakni menjadikannya penghafal Al-Qur’an. Bagi si anak, bakti dengan menghafal Al-Qur’an akan Allah anugerahkan kepada orang tuanya berupa mahkota. 

“Dalam sebuah hadits, Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, maka kepada orang tuanya pada hari kiamat nanti Allah akan memakaikan mahkota. Cahaya mahkota itu lebih bagus dari pada sinar matahari dunia. Maka kamu tidak akan menduga bahwa pahala itu disebabkan oleh amalan yang seperti ini,” pungkas Kang Lukman. 

Penulis: Iing Rohimin
Editor: Abdullah Alawi