Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

KH Lukman Hakim, Pencetus Metode ILHAMQU untuk Cepat Hafal Al-Qur’an (Bagian 9-Tamat)

KH Lukman Hakim, Pencetus Metode ILHAMQU untuk Cepat Hafal Al-Qur’an (Bagian 9-Tamat)
KH Lukman Hakim (Foto: NU Online Jabar)
KH Lukman Hakim (Foto: NU Online Jabar)
Metode ILHAMQU yang dicetuskan oleh seorang ulama muda dan hafiz asal Kabupaten Cirebon, yaitu KH Lukman Hakim, memiliki berbagai keunggulan, selain mampu dengan mudah dan cepat bagi para calon hafiz dan hafizah (penghafal) untuk menghafal kitab suci, juga mampu mendatangkan kerianggembiraan dan memunculkan motivasi yang kuat karena mengetahui 7 keajaiban dan  7 hambatan menghafal Al-Qur’an. 
Apa sih metode ILHAM itu? menurut Kang Lukman, Ilham adalah bentuk sederhana dari Integrated, Listening, Hand, Attention, dan Matching. Agar simpel disebut ILHAM. Setelah dijabarkan tentang Memadukan 7 Jenis Kecerdasan, maka yang diberikutnya adalah tentang Listening.
“Indra yang paling sensitif adalah indra pendengaran. Riset membuktikan pendengaran adalah media pembelajaran yang kali pertama digunakan oleh manusia. Saat lahir, seorang bayi belum dapat menggunakan indra lainnya. Tapi, indra pendengarannya telah aktif. Oleh sebab itu, syariat memerintahkan kita membaca adzan di telinga sang bayi,” ungkap Kang Lukman.
 
Begitu juga saat tidur lelap, Kata Kang Lukman, pendengaran satu-satunya indra yang aktif non-stop 24 jam. Kita mampu mendengar bunyi alarm. Dalam gelap gulita, visual kita terganggu namun tidak demikian dengan indra pendengaran kita. Dan, pendengaran menjadi satu-satunya indra yang tidak bisa diperintah oleh otak. 
“Dari listening akan diaktivasi dua jenis kecerdasan; musikal dan linguistik. Ada orang menyanyikan lagu berbahasa inggris, padahal tidak tahu bahasa inggris. Juga pada anak kecil. Ia belum bisa membaca dan menulis tapi dengan cekatan ia mampu berbicara dan mengucapkan aneka kata,” ujarnya.
 
Setelah Listening, yang berikutnya adalah Hand atau gerakan jari-jari tangan, menurut Kang Lukman, ternyata tangan mampu memengaruhi daya kerja otak. Gerakan tangan kanan mengaktifkan daerah otak yang bekerja untuk menyimpan ingatan sementara tangan kiri memicu area otak sebagai kunci mendapatkan kembali informasi.  
 
“Metode ILHAM mendayagunakan tangan sebagai media menghafal al Qur’an. Tangan kiri untuk penomoran ayat sedangkan tangan kanan digerakkan untuk menandai intonasi pendek-panjang (dua harakat)-lebih panjang (lebih dari dua harakat). Syukur-syukur bisa memvisualisasikan ayat yang sedang dihafal,” tutur Kang Lukman.
 
“Loh, ayatnya kan ribuan? Tenang! Ayat dalam al Qur’an berjumlah 6236 ayat, 114 surat, dan dibagi ke dalam 604 halaman. Dengan menggunakan Qur’an 15 baris maka akan diketahui bahwa jumlah ayat dalam satu halaman sebanyak 538 halaman kurang dari 20 ayat. Sisanya sebanyak 65 halaman lebih dari 20 ayat. Terbanyak terdapat di surat ‘Abasa yaitu sebanyak 42 ayat. Dengan demikian, jumlah penomoran menggunakan ruas jari tangan kiri sudah mencukupi untuk menguasai 90% halaman dalam al Qur’an. Agar sampai pada angka 42 maka mulailah menghitung angka 39-42 dengan menekuk jari-jari tangan sebelah kiri mulai dari kelingking sampai jari manis,” tambahnya.
 
 
Unsur berikutnya dalam ILHAM adalah Attention atau saling memperhatikan. Menghafal versi metode ILHAM mesti ada unsur saling memperhatikan. Tujuannya agar tumbuh kecerdasan Interpersonal, intrapersonal, visual, linguistik, dan musikal. Attention dilakukan dengan cara memposisikan diri saling berhadapan seperti dua bala tentara dalam medan pertempuran. 
“Apa sih yang diperhatikan? Gerakan bibir, intonasi suara, dan bacaan teman di depan. Perlu diingat, menghafal dengan metode ini tidak menggunakan mushaf sebagai poros hafalan. Sengaja, agar peserta tidak terlalu bergantung pada tulisan,” urainya. 
 
 
Yang terakhir adalah Matching atau saling mencocokkan.  Mencocokkan dalam metode ini difungsikan untuk menyesuaikan antara bunyi hafalan dengan osisi jari tangan, mencocokkan hafalan masing-masing, dan melakukan tashih hafalan yang dituangkan dalam tulisan.  Dari pola ini akan diaktivasi lima kecerdasan yaitu matematikal, linguistik, musikal, intrapersonal, dan interpersonal.
 
“Demikianlah uraian lengkap tentang metode ILHAMQU, untuk selanjutnya tinggal praktik dan ada tiga tahapan dalam praktik menghafal dengan metode ILHAM yaitu, tahap sensory, tahap shor term memory, dan tahapan long term memory. Segala teori yang telah diuraikan tentunya tidak akan bisa dilakukan jika tanpa praktik secara langsung, makanya kami membuka diri bagi yang tertarik mengikuti metode ini dan ingin melakukan pelatihan bisa menghubungi tim ILHAMQU,” kata Kang Lukman.
 
“Semoga metode ILHAMQU bisa membantu siapapun yang ingin menghafal Al-Qur’an secara cepat, mudah dan menyenangkan, serta kita semua berharap bisa mendapatkan barokahnya Al-Qur’an untuk bekal kehidupan kita baik di dunia maupun di akhirat kelak….Amiiin,” tutup KH Lukman Hakim. 
 
Penulis : Iing Rohimin
Editor: Abdullah Alawi