Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

Ketua IPPNU Indramayu Ajak Perempuan Berpikir Merdeka

Ketua IPPNU Indramayu Ajak Perempuan Berpikir Merdeka
Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Indramayu, Mariya Ulfah (Foto: NU Online Jabar/Siti Al Asaroh)
Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Indramayu, Mariya Ulfah (Foto: NU Online Jabar/Siti Al Asaroh)

Indramayu, NU Online Jabar
Paham patriarki masih sangat dianut oleh sebagian masyarakat, akan tetapi kita sebagai perempuan harus merdeka, perempuan yang mau menjadi dirinya sendiri, jangan patah semangat untuk membuktikan bahwa perempuan bisa bergerak dan tidak berpacu pada paham-paham patriarki yang menyebar luas.

Demikian ditegaskan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Indramayu, Mariya Ulfah saat mengisi materi dalam Forus Diskusi (Fordis) yang digelar oleh PAC IPPNU Kecamatan Patrol, di Pantai Ujung Ori, Ahad (15/11).

Ketua IPPNU Indramayu itu kembali menekankan, sering kali dan bukan suatu hal yang asing ketika terdengar kalimat perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi, karena mereka nantinya hanya berkutat di dapur, kasur dan sumur saja. 

“Tetapi kita sebagai pelajar putri tidak boleh termakan oleh pandangan yang menyesatkan tersebut dan kita harus bangkit, berpikir merdeka, bergerak merdeka dan memperjuangkan masa depan kita dengan bekal berorganisasi di IPPNU dan pendidikan setinggi-tingginya, karena saat ini perempuan telah diberikan ruang yang setara dengan laki-laki, maka kita harus buktikan bahwa kita bukanlah seperti yang mereka katakan,” tegas Mariya Ulfah.

"Kita berhak mendapatkan pendidikan yang setara dengan laki-laki, menjadi perempuan di era sekarang ini tidak bisa hanya menjadi penonton akan tetapi harus berperan dan juga semangat untuk mencari ilmu dan ikhlas menyampaikan kepada orang lain, salah satunya dengan diskusi kita pada hari ini," ujar Mariya Ulfah.

Mariya Ulfah menantang kepada seluruh peserta diskusi untuk mampu tampil menjadi pemimpin di berbagai bidang, sebagai wujud kesiapan kader IPPNU untuk menjadi pemimpin di masa mendatang. 

"Jadi kita sebagai seorang perempuan berhak menjadi seorang pemimpin. Kita juga harus membuktikan bahwa perempuan juga bisa mandiri, dan bisa melakukan apa yang laki-laki lakukan," tuturnya. 

Forum diskusi (Fordis) Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPPNU) Kecamatan Patrol itu digelar masih dalam rangka refleksi memperingati hari pahlawan tahun 2020Ketua PAC IPPNU Kecamatan Patrol, Syifaul Aeni menjelaskan, Fordis dilakukan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2020, bertema Peran Penting Rekanita Sebagai Pahlawan Milenial Bangsa. Dengan tema ini diharapkan Rekanita IPPNU bisa menjadi perempuan yang berperan untuk lingkungan sekitar sampai kemudian pada ranah yang lebih luas. 

“Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan beribu terima kasih baik kepada pengurus PAC maupun pemateri yang berkenan mensukseskan acara Fordis kali ini. dengan adanya diskusi ini saya berharap garapan program kerja PAC IPPNU mengenai Fordis tentang keperempuan-an kedepan bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan bersama," tutupnya. 

Pewarta: Siti Al Asaroh
Editor: Iing Rohimin